Investor Jerman Diundang Garap Sektor Kesehatan

Laporan dari Berlin

Investor Jerman Diundang Garap Sektor Kesehatan

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2011 12:26 WIB
Investor Jerman Diundang Garap Sektor Kesehatan
Berlin - Indonesia berupaya terus meningkatkan pembangunan di sektor kesehatan dengan meningkatkan kualitas infrastruktur dan peraturan perundangan, sehingga sektor ini tumbuh dan menjanjikan bagi investasi asing.

Hal itu disampaikan Dirjen Jasa Farmasi dan Peralatan Medis Sri Indrawaty dalam Indonesian Business Day di Haus der Commerzbank, Berlin, Jumat (9/9/2011) WIB.

Dirjen mengundang investasi dari Jerman untuk masuk ke sektor kesehatan dalam rangka mendukung pembangunan sektor kesehatan saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investasi asing merupakan salah satu penunjang penting dalam upaya membangun industri kesehatan nasional yang berkompeten," ujar Dirjen melalui Konselor Ayodhia G.L. Kalake kepada detikfinance.

Potensi pasar di Indonesia, lanjut Sri, adalah 243,7 juta jiwa dengan pengeluaran per kapita untuk sektor kesehatan sebesar USD 92 per tahun (estimasi 2011).

Sedangkan Impor Indonesia untuk peralatan medis sebesar USD 748 juta per tahun dan memiliki potensi impor peralatan medis sebesar USD 1,7 miliar per tahun.

Sementara itu Titah Sihdjati dari Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (GAKESLAB) mengatakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 222 produsen peralatan medis dimana 90% merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Menurut Titah, untuk dapat memanfaatkan potensi industri kesehatan Indonesia, perlu ditingkatkan kerjasama di tingkatan government to government (G to G) dan Business to Business (B to B).

Sebelumnya, Penasehat Senior Menteri Kesehatan RI, Dr. Triono Soendoro dalam keynote address-nya memaparkan sistem kesehatan Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan itu antara lain kondisi geografis yang begitu luas dan posisi geografis Indonesia berada di wilayah ring of fire, yang rentan bencana alam.

Triono juga menjelaskan mengenai reformasi pembangunan di sektor kesehatan Indonesia, meliputi reformasi birokrasi di bidang kesehatan serta perluasan akses terhadap jasa pelayanan kesehatan untuk menjangkau penduduk di wilayah terpencil.

Dikatakan bahwa Indonesia kini menikmati kemajuan dalam sektor kesehatan sebagai hasil dari kebijakan pemerintah di tahun 1970-an, diantaranya angka harapan hidup di Indonesia meningkat dari 60 tahun (1989) menjadi 70 tahun (2009).

Jumlah penduduk kekurangan gizi turun 7,2% (1989) menjadi 4,9% (2010), sehingga diharapkan dapat mencapai target yang ditetapkan pemerintah menjadi 3,5% (2014).

Pihak swasta Jerman yang diwakili oleh Olympus Surgical Tech memaparkan salah satu inovasi terbaru yakni Narrow Bend Image (NBI), yang menghasilkan gambar organ-organ dalam tubuh lebih akurat dibandingkan alat konvensional lainnya.

Betina Boesl dari Olympus menjelaskan bahwa mereka memiliki pusat pelatihan dilengkapi dengan peralatan-peralatan terbaik untuk program pelatihan para dokter serta tenaga medis lainnya, salah satunya ada di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Dalam kesempatan sama, direktur Berliner Zentrum fur Mechatronische Medizin Technik Prof. Dr. Erwin Keeve menyampaikan bahwa 90% dari produsen keperluan kesehatan di Jerman merupakan UKM, yang mempekerjakan pegawai kurang dari 200 personel.

"Hal ini kiranya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk dapat mengikat kerjasama, produk alat kesehatan di Indonesia juga dihasilkan oleh perusahan berskala kecil dan menengah," demikian Keeve.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads