Hal ini disampaikan SBY usai pertemuan tersebut yang diadakan di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (14/9/2011).
"Di bidang perikanan, kami sepakat untuk tuntaskan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan agar nyata dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Kami sepakat bila kerjasama efektif di bidang kelautan dan perikanan yang tentu membawa manfaat, kita bisa cegah illegal fishing yang tentunya sama-sama tidak kita kehendaki," tutur SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, SBY juga mengatakan akan meningkatkan nilai volume perdagangan dengan Vietnam dari US$ 3,3 miliar tahun lalu menjadi US$ 5 miliar sebelum 2015.
"Di bidang investasi kami bersepakat untuk teruskan interaksi sektor swasta kedua negara. Kami akan berikan peluang investor Indonesia untuk investasi di Vietnam dan sebaliknya," kata SBY.
Kemudian, di bidang ketahanan pangan dan energi SBY mengatakan telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama konkret di bidang pangan, yang tujuannya membawa manfaat bagi Vietnam, Indonesia, ASEAN, dan dunia.
"Di bidang beras, kami sepakat untuk susun kerangka kerjasama perdagangan beras. Kedua negara juga bisa tingkatkan produksi dan produktivitasnya. Dengan demikian Vietnam dan Indonesia bisa sumbang suplai beras di Asia," tukas SBY.
(dnl/hen)










































