Maluku & Kalsel Bakal Pasok Ikan Untuk DKI Jakarta

Maluku & Kalsel Bakal Pasok Ikan Untuk DKI Jakarta

- detikFinance
Rabu, 14 Sep 2011 17:57 WIB
Maluku & Kalsel Bakal Pasok Ikan Untuk DKI Jakarta
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan bahwa setelah provinsi Sulawesi Selatan pada awal Juli lalu mulai memasok kebutuhan ikan di DKI Jakarta, kali ini provinsi Maluku dan Kalimantan Selatan akan memasok ikan ke Jakarta pula.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Rabu (14/9/2011).

"Suplai ikan dari wilayah yang memiliki produksi ikan berlebih ke wilaya yang kekurangan ikan merupkan peluang untuk mengurangi impor ikan dan mendorong terciptanya kemandirian pangan," kata Fadel.

Disampaikan olehnya, kebutuhan ikan di DKI Jakarta sendiri adalah sebanyak 249 ribu ton setahun dan 70 ribu ton setahunnya masih ditutupi dari kebutuhan impor.

Adapun, pada kesempatan tersebut, sekitar 10 ton ikan laut dan 1 ton ikan hasil budidaya telah diserahterimakan oleh pihak KKP.

"Kegiatan ini merupakan awalan dan harus diapresiasi serta terus ditingkatkan sehingga volume impor bahan pangan dapat ditekan dan lebih mendorong meningkatnya pengiriman bahan pangan antar provinsi, terutama ikan, sehingga tercipta kemandirian pangan di Indonesia," ujar Fadel.

Katanya, Kalimantan Selatan merupakan penghasil ikan budidaya (khususnya ikan Patin) yang cukup besar diantaranya dari Kabupaten Banjar, yang mampu menghasilkan 12 ribu ton patin per tahun. Sementara itu, wilayah Maluku telah lama terkenal sebagai pemasok ikan laut, seperti Tuna, Tongkol, dan Cakalang. Di sini provinsi Maluku menghasilkan ikan tangkapan mencapai 1,6 juta ton per tahun dari tiga wilayah penangkapan yang sangat potensial dimanfaatkan.

Ditambahkan olehnya, tingkat konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2008 tercatat sebanyak 28 kg per kapita per tahun, tahun 2009 meningkat menjadi 29,08 kg per kapita per tahun. Kemudian pada tahun 2010 meningkat menjadi 30,47 kg per kapita per tahun.

Dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi akan ikan tersebut, Fadel menyampaikan hal tersebut menjadi salah satu indikator kebutuhan masyarakat terhadap kesediaan ikan terus alami peningkatan. Maka itu dibutuhkan pasokan yang kuat dan kontinyu kepada masyarakat.

(nrs/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads