"Memang saat ini hasil senssus BPS menggembirakan. Ada 14,8 juta ekor sapi potong. Tapi memang saya baru akan menetapkan berapa persisnya nanti apakah masih diperlukan impor atau tidak. Nanti akan dihitung secara mendalam dari angka 14,8 juta ekor ini. Berapa daya dukung yang bisa kita potong tiap tahun. Kalau bisa mencapai 2,3 juta ekor sampai 2,5 juta ekor per tahun, artinya kita tidak perlu lagi impor," kata Suswono di Mataram, Sabtu (17/9/2011).
Mentan ke Mataram membuka Gelar Inovasi Teknologi siswa SMK – Sekolah Pertanian seluruh Indonesia. Gelar inovasi teknologi ini dihadiri setidaknya 800 siswa dan siswi SMK dari seluruh Indonesia dan akan berlangsung hingga 22 September 2011.
Menurut Mentan, pihaknya akan mengkaji mendalam kebijakan penghentian impor daging dan sapi bakalan itu, dan tidak terburu. Apalagi pihaknya juga harus mempertimbangkan geografis Indonesia sangat luas, dan memastikan itu tak berpengaruh pada pasokan dari dalam negeri.
‘’Tentu saja kita tidak bisa cepat-cepat mengambil sikap bahwa ini sudah cukup. Tapi saya berharap, mudah-mudahan bisa. Dengan data yang sudah ada ini, swasembada daging bisa kita percepat, tidak mesti tahun 2014,’’ katanya.
Data hasil sensus sapi dan kerbau BPS yang berakhir Juni lalu menyebutkan, total sapi dan kerbau mencapai 16.077.192 ekor, dengan sapi potong diantaranya 14.818.873 ekor.
BPS kata Mentan belum merampungkan hasil sensus sapi dan kerbau itu. BPS baru akan menyerahkan hasil lengkapnya, akhir September ini. Jadi kata dia, penambahan jumlah populasi masih mungkin.
Andaipun hasil kajian pihaknya merekomendasikan tidak memungkinkan serta merta penghentian impor mulai tahun depan, Mentan sudah memastikan kuota impor daging dan sapi bakalan sudah pasti berkurang.
‘’Sudah pasti volumenya harus selalu menurun. Hanya untuk menutup kekurangannya saja,’’ katanya.
Tahun ini saja kata dia, impor daging sudah berkurang 30 ribu ton. Sementara impor sapi bakalan juga sudah berkurang hingga 100 ribu ekor.
‘’Itu sudah berkurang banyak dibanding dari tahun sebelumnya,’’ katanya.
(ang/ang)











































