Indonesia Dapat Hibah US$ 500 Ribu dari ADB

Indonesia Dapat Hibah US$ 500 Ribu dari ADB

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 19 Sep 2011 10:51 WIB
Indonesia Dapat Hibah US$ 500 Ribu dari ADB
Jakarta - Indonesia dapat bantuan teknis US$ 500 ribu dari Asian Development Bank (ADB) dalam mendukung program kerja sama pemerintah dengan swasta (KPS), untuk tingkatkan pengembangan proyek-proyek infrastruktur.

Menurut Bob Finlayson, perwakilan ADB, dana US$ 500 ribu disediakan Pemerintah Jepang, melalui dana untuk pengurangan utang (Japan Fund for Poverty Reduction/JFPR). Bantuan akan dilaksanakan tahun ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai lembaga penanggung jawab atas bantuan teknis tersebut.

Sementara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) akan menjadi lembaga pelaksana dari kegiatan ini. ADB berpandangan, meski pemerintah telah mengembangkan sejumlah proyek KPS namun belum menarik minat investor, karena adanya kekhawatiran terkait desain, perencanaan dan pelaksanaan proyek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bantuan teknis ini akan meningkatkan kapasitas pemerintah untuk mengembangkan, melaksanakan dan memantau proyek kerjasama pemerintah untuk meningkatkan jumlah dan nilai proyek, yang secara komersial menarik dan berkelanjutan yang ditawarkan kepada pihak swasta," kata Bob dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Senin (19/9/2011).

Memang, pemerintah paska krisis Asia pada dekade 1990-an menangguhkan bahkan membatalkan proyek infrastruktur publik dan swasta yang telah direncanakan. Investasi pembangunan infrastruktur turun menjadi 2% dari GDP, dari sebelumnya 6% dari GDP.

Kondisi terkini, rasio investasi infratruktur sudah meningkat menjadi 4% (GDP). "Meskipun telah terjadi perbaikan, investasi untuk infratruktur masih rendah menurut standar internasional yang rata-rata mencapai 6-7% di kalangan perekonomian Asia yang mengalami pertumbuhan tinggi," tambahnya.

Seperti diketahui, pemerintah ingin memaksimalkan investasi di bidang infrastruktur dalam lima tahun mendatang. Tidak tanggung-tanggung, target US$ 140 miliar mereka canangkan, dimana 60% dari rencana pembiayaan infrastruktur digarapkan bermula dari sektor swasta.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads