"Oh nggak, nggak parah," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, usai rapat kabinet terbatas pengadaan alutsista TNI di Kantor Presiden, Senin (19/9/2011).
Para gubernur dari sembilan provinsi yang merupakan lumbung pangan nasional telah melakukan rapat koordnasi dengan Kementerian Pertanian untuk membahas langkah antisipasi. Inti dari langkah-langkah antisipasi itu adalah untuk mengamankan produksi beras nasional hingga akhir tahun sekaligus meningkatkan produksi hingga 10 juta ton sampai 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan dana tersebut akan dilakukan secara selektif sesuai dengan spesifikasi kebutuhan dan masalah yang sedang dihadapi daerah bersangkutan. "Ada yang kekeringan dan ingin membangun sumur, dananya kita alirkan dananya ke sana. Lalu ada masalah wereng coklat. Jadi dana ini untuk mengamankan produksi," papar Hatta.
Langkah antipasi lainnya adalah mengeluarkan produk hukum di tingkat daerah untuk menghentikan alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman. Walaupun sudah ada undang-undang yang mengatur soal tersebut namun tidak terlaksana dengan baik di lapangan sementara kemampuan mencetak lahan pertanian baru juga masih minim.
Kementerian Pertanian mencatat luasan areal sawah yang gagal panen tahun ini lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini lahan gagal panen kurang lebih 3,9% dari lahan yang terkena kekeringan.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan dari data selama 5 tahun terakhir yag terkena kekeringan ini mencapai 288.095 hektar. Namun yang sampai mengalami gagal panen atau puso sebanyak 50.068 hektar.
(lh/hen)











































