Impor RI Makin Deras, Neraca Transaksi Barang & Jasa Defisit

Impor RI Makin Deras, Neraca Transaksi Barang & Jasa Defisit

- detikFinance
Rabu, 21 Sep 2011 18:49 WIB
Impor RI Makin Deras, Neraca Transaksi Barang & Jasa Defisit
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memrediksikan neraca transaksi barang dan jasa akan mengalami defisit seiring dengan semakin derasnya impor ke Indonesia dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Defisit ini akan terjadi paling cepat pada kuartal III dan IV 2011.

"Kuartal ketiga ini kita mungkin sudah defisit dan kuartal empat defisit juga dan 2012 (seluruhnya) neraca kita akan defisit. Ini untuk neraca transaksi barang dan jasa," ungkap Juru Bicara BI, Difi Johansyah di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Dalam beberapa tahun terakhir, tren neraca transaksi barang dan jasa terus mengarah pada defisit. Di 2009 tercatat masih surplus sebesar US$ 10 miliar, di 2010 surplus turun menjadi US$ 5 miliar,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian semakin turun pada kuartal satu 2011 menjadi surplus US$ 2,1 miliar, dan hanya turun lagi menjadi di bawah US$ 1 miliar pada kuartal kedua 2011," paparnya.

"Defisit keseluruhan akan terjadi di 2012," imbuh Difi.

Menurut Difi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menyebabkan impor mengalami kenaikan juga, khususnya barang baku dan barang modal. Dalam mendukung hal tersebut, maka kebutuhan akan valuta asing (valas) juga makin besar.

"Kalau nggak pinjam di Luar Negeri, terbitkan obligasi, bisa juga disuplai oleh capital inflow (aliran masuk modal asing) yang masuk untuk mencukupi kebut valas di sini. Kita memprediksikan pertumbuhan kita bagus ke depannya tapi diiringi oleh impor tinggi," terangnya.

Dalam mengantisipasi melonjaknya kebutuhan valas, bank sentral menerapkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Penerimaan Devisa Hasil Ekspor dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri, sehingga dana tersebut tidak lari ke luar tapi mengendap di perbankan domestik.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads