Jelang Kenaikan Tarif Tol, Operator Curhat Biaya Perawatan

Jelang Kenaikan Tarif Tol, Operator Curhat Biaya Perawatan

- detikFinance
Selasa, 27 Sep 2011 07:04 WIB
Jelang Kenaikan Tarif Tol, Operator Curhat Biaya Perawatan
Bandung - Kenaikan tarif tol menjadi beban bagi masyarakat namun ini tak bisa dihindari karena sesuai ketentuan undang-undang harus naik dua tahun sekali. Namun bagi operator tol, kenaikan tarif ini merupakan jaminan pengembalian investasi termasuk untuk menopang biaya operasional.

Direktur Operasi PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Hudaya Ariyanto mengatakan mengelola jalan tol memiliki kerumitan tersendiri. Apalagi ruas tol tersebut seluruhnya berbentuk jalan layang (elavated).

"Ruas kami (Tanjung Priok-Cawang) 30 Km, mungkin mengagetkan setara merawat 770 bentang jembatan," katanya dalam acara dialog Menanti Kepastian Kenaikan Tarif Jalan Tol di Bandung, Senin malam (26/9/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan kondisi tersebut kian bertambah pelik karena penggunaan ruas tol milik perseroan dilewati oleh angkutan berat seperti truk angkutan barang. Hudaya menuturkan meski volume lalu lintas truk hanya 5% dari 500.000 kendaraan per hari namun jenis angkutan ini memiliki daya rusak yang luar biasa.

Menurutnya terlebih setelah adanya kebijakan pelarangan truk masuk tol jalan dalam kota, ruas tol milik perseroan menjadi yang dikecualikan. Kebijakan ini, lanjut Hudaya, sangat paradoks karena mengalihkan lalu lintas kendaraan berat dari jaln tol non layang ke tol layang milik CMNP.

"Ini bebannya bagi kita sungguh luar biasa," katanya.

Ia menegaskan, ruas tol bagaimanapun bagian dari komponen jalan kota sehingga pengelolaanya harus mendukung arus lalu lintas dalam kota. Pihaknya mengaku telah melakukan terus perbaikan termasuk alat-alat yang menopang operasional.

"Kita sudah memasang CCTV sudah setiap 2 Km, kedepan akan dipasang setiap 1 Km, sehingga setiap insiden bisa kita ketahui," jelasnya.

Ditempat yang sama Presdir PT Marga Mandalasakti Wiwik Santoso, selaku operator tol Tangerang-Merak kurang lebih menuturkan hal yang sama. Ia mencatat saat ini dari 145 Km ruas yang dimiliki perseroan setiap harinya ada 40% lebih dilewati truk dan angkutan barang.

"Masalah overload juga menjadi masalah, kalau malam juga banyak antrean (truk-truk berat) di bahu jalan kami menunggu antrean," katanya.

Ia mengatakan masalah menjaga keutuhan kondisi pagar dari ruas tol sepanjang 145 Km sesuatu yang tidak mudah. Perseroan terus berupaya menjaga agar kondisi pagar tetap utuh terhindar dari pencurian.

"Pagar panel dan kawat rawan dicuri, perlu usaha khusus hanya untuk menjaga pagar," katanya.

Ia mengaku pihaknya harus berlomba dengan pencuri pagar ini. Untuk mengantisipasi itu, perseroan sampai-sampai memiliki kontraktor khusus untuk merawat pagar.

Menurut Wiwik pihaknya sudah melakukan perbaikan ruas tol Tangerang-Merak dengan memperbaiki permukaan jalan yang sudah berlapis aspal. Selain itu pada tahun ini perseroan telah memasang 16 buah kamera CCTV dari sepanjang ruasnya yang akan ditambah secara bertahap.

"Komitmen kami untuk merestrukturisasi jalan yang targetnya selesai 2014. Akhrinya sudah selesai sebelum lebaran (2011)," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads