"Secara umum Oktober inflasi rendah, karena trennya memang rendah. Kalau terjelek 0,5%," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di kantornya, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Laju indeks di bulan Oktober, lanjutnya, masih disumbang oleh kenaikan harga beras dan cabai. "Meski naik (beras dan cabai), tapi masih terjangkau. Tapi karena bulan-bulan lalu harga terlalu murah. Beras, akan dijaga pada harga yang sekarang," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,53%, dengan IHK 135,00. Sementara terendah di Bogor 0,01% dengan IHK 128,92. Untuk deflasi, tertinggi terjadi di Palu 2,33% dan terendah Semenep 0,02%.
Sementara, inflasi sepanjang Januari-September mencapai 2,97%, dan laju inflasi (YoY) sebesar 4,61%. "Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 2,28% dan 5,28%,.
Dengan akumulasi inflasi mencapai 2,97%, Rusman yakin inflasi di tahun 2011 berada di bawah 5%. Ini didasarkan pada tren inflasi bulan Oktober dan November yang rendah di tiap tahunnya.
"Rasanya dibawah 5%, hampir mendekati kenyataan kalau tambah 2% saja, dalam 3 bulan ke depan. November masih aman. Oktober. Yang agak hati-hati Desember, karena ada kejutan-kejutan," imbuh Rusman.
(wep/qom)











































