BPS: Inflasi Oktober Maksimal 0,5%

BPS: Inflasi Oktober Maksimal 0,5%

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2011 16:32 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi bulan Oktober masih tetap rendah, seperti yang terjadi di bulan September. Maksimal inflasi Oktober ada di level 0,5%.

"Secara umum Oktober inflasi rendah, karena trennya memang rendah. Kalau terjelek 0,5%," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di kantornya, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Laju indeks di bulan Oktober, lanjutnya, masih disumbang oleh kenaikan harga beras dan cabai. "Meski naik (beras dan cabai), tapi masih terjangkau. Tapi karena bulan-bulan lalu harga terlalu murah. Beras, akan dijaga pada harga yang sekarang," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, laju inflasi di September 2011 cukup jinak mencapai 0,27%. Harga beras stabil, dan emas perhiasan masih menyumbang inflasi. Dari 66 kota IHK, 45 diantaranya mengalami inflasi, sementara sisanya deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,53%, dengan IHK 135,00. Sementara terendah di Bogor 0,01% dengan IHK 128,92. Untuk deflasi, tertinggi terjadi di Palu 2,33% dan terendah Semenep 0,02%.

Sementara, inflasi sepanjang Januari-September mencapai 2,97%, dan laju inflasi (YoY) sebesar 4,61%. "Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 2,28% dan 5,28%,.

Dengan akumulasi inflasi mencapai 2,97%, Rusman yakin inflasi di tahun 2011 berada di bawah 5%. Ini didasarkan pada tren inflasi bulan Oktober dan November yang rendah di tiap tahunnya.

"Rasanya dibawah 5%, hampir mendekati kenyataan kalau tambah 2% saja, dalam 3 bulan ke depan. November masih aman. Oktober. Yang agak hati-hati Desember, karena ada kejutan-kejutan," imbuh Rusman.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads