BPK Bentuk Asosiasi Audit Se-ASEAN

BPK Bentuk Asosiasi Audit Se-ASEAN

Ramdhania El Hida - detikFinance
Kamis, 13 Okt 2011 10:55 WIB
BPK Bentuk Asosiasi Audit Se-ASEAN
Jakarta - Merasa memiliki kesamaan beban audit, seluruh badan audit negara se-ASEAN akan membentuk The Association of Southeast Asian Nations Organization of Supreme Audit Institution (ASEANSAI).

Pembentukan ASEANSAI ini akan dideklarasikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 yang akan dilaksanakan di Bali pada 17 November 2011 mendatang.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo menyatakan hal tersebut merupakan tonggak penting dan bersejarah. Pasalnya, dengan adanya pertemuan tersebut maka seluruh BPK se-ASEAN bisa saling bertukar informasi mengingat adanya kesamaan budaya dan keuangan sesama anggota ASEANSAI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makin sempit, maka kita punya persamaan budaya, dan keuangan sehingga diharapkan bisa membentuk sinergi," ujarnya saat ditemui dalam Pertemuan Tingkat Pejabat Senior ASEANSAI di Hotel Crowne, Jakarta, Kamis (13/10/2011).

Dengan itu maka, selain adanya gabungan BPK sedunia dan se-Asia maka akan ada BPK se-ASEAN.

"Tahun 1953 ada 185 negara di dunia, kemudian BPK se-asia 45 BPK itu tahun 1975. Nanti 2011 ini Insya Allah ada BPK se-ASEAN 10 negara ASEAN di Bali.
Nanti diresmikan kepala negara seluruh negara asean," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua BPK Hasan Bisri menambahkan pentingnya persatuan tersebut karena adanya beberapa kesamaan terhadap laporan keuangan seperti bentuk utang luar negeri.

"Kita negara-negara yang sedang membangun seperti Laos, Kamboja, Vietnam. Mereka banyak pinjaman luar negeri termasuk dari Asia Developing Bank," paparnya.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan kesempatan ini merupakan ajang untuk saling berbagi.

"Kita berbagi dengan negara ASEAN, agar antara negara ASEAN ada peningkatan kapasitas, jangan sampai bekerja dalam suatu kevakuman, karenanya kita berbagi pengalaman sehingga dalam audit ini negara-negara ASEAN akan lebih mapan," ujarnya.

Dengan adanya persatuan ini, lanjut Marty, akan membantu lembaga international policy crime untuk membasmi korupsi.

"Kalau di jajaran ASEAN itu sudah ada kerjasama antara kepolisian ASEAN, International policy crime itu kerjasama hukum antara negara, negara di asean dalam bidang hukum, nah dalam ASEANSAI ini makin melengkapi infrastruktur dibidang penegakan hukum pencegahan korupsi dan lain-lain," pungkasnya.

(nia/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads