Demikian disampaikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
"Kondisi terbaru, alhamdulillah untuk produksi sudah berjalan kembali 50 persen, perawatan berjalan penuh 100 persen. Produksi sempat dihentikan, tapi alhamdulillah, pipa yang rusak sudah disambung kembali," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang diolah lebih banyak karena masih ada stok," ujarnya.
Untuk urusan negosiasi pekerja, Darwin menjelaskan hal tersebut bukanlah wewenang dari Kementerian ESDM. Pihaknya, lanjut Darwin, hanya mengurusi masalah perawatan tambang karena hal tersebut akan berdampak terhadap lingkungan.
"Upah dan bentrokan merupakan wewenang Kemenakertrans. Kami memiliki wewenang apabila perawatan ada gangguan, karena nanti akan menimbulkan longsoran dari cekungan pasca tambang, kalau hujan, ada air tergenang, maka akan longsor, dan terus menghilir. Hal ini akan menggangu keselamatan lingkungan dan pekerja," paparnya.
Menurut Darwin, manfaat itu bukan hanya berupa upah, tapi ada manfaat lain seperti bergeraknya perekonomian di sekitar tambang.
"Ketika pertambangan establish maka bisa menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Ada rumah kos, katering, itu perlu dipertimbangkan. Jadi tidak hanya gaji pekerja, tapi bergeraknya roda perekonomian, dan manfaat lain berupa royalti, mengenai besar dan jumlah, ini yang kita akan negosiasikan," pungkasnya.
(nia/dnl)











































