Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
"Itu kan orangnya sekarang yang kerja cuma 3000, tahun depan ya tambah saja lagi, jadi makin cepat yang didatangi, makin banyak yang bisa didatangi, dengan 3000 orang tidak terlalu banyak, cuma bisa dapat 1,5 juta tambahan tahun ini. Tahun depan ya perlu tambahan, dobel lha, target orang yang didatangi, nambah 2 kali lipat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang menetapkan pak menteri, kita anggap sebagai tugas, meskipun kita bilang itu berat, tahun ini juga tinggi, tapi DPR masih terus cari-cari optimalisasi. Bukannya keberatan, ya kita semakin kerja keras lagi, pikir macam-macam caranya, sensusnya mungkin akan kita tingkatkan, itu jawabannya saya untuk ekstra effort, usaha tambahan," ujarnya.
Pada tahun 2012, Ditjen Pajak ditargetkan mendapatkan penerimaaan untuk Pajak Pengahasilan termasuk PPh Migas sebesar Rp 512,9 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 350,3 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 35,6 triliun. Namun, dalam pembahasan panja Penerimaan bersama DPR RI, pemerintah dipaksa untuk menambah penerimaan sehingga dihasilkan dana optimalisasi sebesar Rp 19,4 triliun dengan dana optimalisasi bersih yang bisa digunakan untuk anggaran lain sebesar Rp 11,6 triliun.
"Jadi memang ada tambahan sebesar Rp 13,2 triliun untuk penerimaan perpajakan di dana optimalisasi, tapi untuk pajaknya, saya tidak tahu," tandasnya.
(nia/qom)











































