Prancis Terancam Turun Peringkat

Prancis Terancam Turun Peringkat

- detikFinance
Selasa, 18 Okt 2011 17:43 WIB
Prancis Terancam Turun Peringkat
Paris - Lembaga pemeringkat internasional Moody's mengancam menurunkan peringkat utang Prancis yang saat ini di 'AAA'. Pemerintah Perancis pun bersumpah akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menghindari turunnya peringkat itu.

Bursa saham di Paris jatuh lebih dari dua persen pada pembukaan Selasa (18/10/2011) waktu setempat setelah ancaman Moody's tersebut. Koreksi ini menyusul jatuhnya bursa-bursa di Asia akibat kekhawatiran krisis Eropa.

Ancaman tersebut datang menjelang pertemuan penting para pemimpin Eropa dalam lima hari mendatang. Pertemuan digelar untuk membahas krisis utang di zona Eropa yang diperkirakan bisa menyeret ekonomi global ke masa resesi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Perancis Francois Baroin langsung bergerak cepat untuk mengurangi tekanan, berjanji bahwa negara fesyen itu akan melakukan segala cara demi mempertahankan peringkatnya.

"Kami akan selalu siap untuk menjaga peringkat AAA itu. Kami akan berupaya sekuat tenaga agar (peringkat) tidak diturunkan," kata Baroin kepada televisi setempat sesaat setelah ancaman tersebut datang, dikutip dari AFP, Selasa (18/10/2011).

"Kami masih punya ruang untuk bergerak," tambah Baroin. "Semua sudah pada tempatnya untuk menahan turunnya peringkat sejak tiga tahun lalu," ujarnya berbicara mengenai naiknya batas umur pensiun dan penghematan sarana publik.

Meski demikian, melihat tanda-tanda krisis yang semakin menebal, Baroin menyatakan target pertumbuhan ekonomi Prancis 1,75% di tahun depan 'sedikit terlalu tinggi'. Ia juga menyatakan, ada 'sedikit' risiko yang bisa menyebakan pertumbuhannya hanya 1,5%.

"Prediksi itu, mungkin terlalu tinggi jika melihat aktifitas ekonomi kami," ujarnya.

Saat ini, Prancis masih memegang peringkat AAA dari tiga lembaga pemeringkat internasional, yaitu Moody's, Standard & Poor's and Fitch Ratings.

Moody's melontarkan ancaman itu pada Senin waktu setempat. Ancaman itu bisa saja batal jika dalam tiga bulan ke depan kondisi ekonomi Prancis tetap stabil.


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads