Tembus Rp 3,9 Triliun, Transaksi TEI Lampaui Target

Tembus Rp 3,9 Triliun, Transaksi TEI Lampaui Target

- detikFinance
Selasa, 25 Okt 2011 13:43 WIB
Tembus Rp 3,9 Triliun, Transaksi TEI Lampaui Target
Jakarta - Transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2011 lampaui target, tembus US$ 464,5 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun. Padahal, targetnya semula hanya US$ 380 juta.

"TEI 2011 ini mencapai nilai transaksi sebesar US$ 464,5 juta," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam jumpa pers yang diadakan di kantornya, Jakarta, Selasa (25/10/2011).

Ia merinci, dari sektor jasa tercapai transaksi sebesar US$ 238,5 juta. Sedangkan untuk sektor barang tercapai transaksi sebesar US$ 226 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembeli dalam TEI 2011 ini mencapai 8.311 orang yang berasal dari 92 negara berbeda. Negara tradisional sebesar 13,45% dan non-tradisional sebesar 86,5%," ungkapnya.
Menurut Bayu, dibandingkan tahun lalu meningkat signifikan. Sektor jasa tahun lalu nilai transaksinya mencapai US$ 144,1 juta.
"Tapi untuk barang agak konstan. Tahn lalu US$ 224,8 juta, sekarang US$ 226 juta," imbuh Bayu.

Ia melanjutkan, lima negara yang terbesar berperan dalam TEI 2011 mencakup Jepang, India, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab.

Sementara, barang-barang yang menjadi incaran dalam TEI 2011 mencakup furnitur, agrikultur, produk-produk, kerajinan tangan, perhiasan, dan aksesoris.

"Target kita tahun ini untuk TEI 2011 adalah US$ 380 juta secara keseluruhan. Pembagian antara sektor barang dan jasa, itu kira-kira fifty-fifty. Tapi dari realisasinya, ini menunjukkan hal yang baik secara nominal untuk dua-duanya," jelas Bayu.

Ia berencana untuk melakukan dirsifikasi dengan meningkatkan ekspor kepada negara-negara berkembang yang mencakup Arab Saudi, Emirat Arab, Turki, Afrika Selatan, dan Mesir.

"Timur Tengah dan Afrika ini jadi sasaran diversifikasi ekspor kita. Negara-negara emerging saat ini merupakan sasaran ekspor terbesar, tapi mereka memang kalah dari tujuan ekspor ke negara utama seperti China, Amerika Serikat, Jepang, atau India. Tapi dilihat dari potensi pertumbuhannya sangat besar," ungkap Bayu.

Bayu berharap, pada 2012 nanti TEI bisa terlaksana dengan lebih baik lagi. Mengingat kondisi pasar global di tahun 2012 masih berada dalam kondisi yang gonjang-ganjing.

"Tahun depan kita belum berani targetkan berapa, kita masih lihat terus kondisi perkembangan yang terjadi di kondisi pasar global tiap harinya," kata Bayu lagi.


(nrs/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads