"Kita sudah menghubungi manajemen Multicapital, kita menanyakan soal pembagian dividen tahun 2011 itu, termasuk dividen hak pemerintah daerah. Intinya, manajemen Multi memastikan, daerah tidak akan kehilangan haknya itu," kata Andy Hadianto, Direktur PT Daerah Maju Bersaing (DMB) pada detikFinance, di Mataram Kamis (27/10/2011).
DMB adalah perusahaan yang dibentuk Pemda NTB untuk mengakuisisi saham Newmont. Dalam eksekusinya, DMB menggandeng Multicapital, milik Bakrie Group sebagai pemodal, dengan membentuk perusahaan patungan PT Multi Daerah Bersaing (MDB). Saat ini MDB memiliki 24% saham Newmont. Sebesar 6% saham dari saham itu milik Pemda NTB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi skemanya sama seperti yang sudah-sudah. Ketika kita memiliki hak dividen sebesar US$ 39 juta tahun 2010, kita terima itu tahun 2011. Jadi jelas, daerah tidak akan kehilangan haknya," kata Andy.
Hanya saja, saat ini, Pemda NTB dan MDB kata Andy belum memastikan bulan apa hak dividen itu akan diserahkan ke pemda. Penyerahan akan menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Tapi kapan RUPS diagendakan, belum ada keputusan sampai sekarang. Kalau tidak ada RUPS rutin tahunan, pembagiannya juga bisa melalui RUPS Luar Biasa. DMB sebagai pemegang 25% saham MDB, juga bisa mengusulkan RUPSLB itu," kata Andy.
Ia menjelaskan, daerah tetap mengharapkan hak dividen itu bisa diserahkan MDB awal tahun 2012, sehingga penggunaanya lebih cepat, tidak seperti dividen tahun 2010 yang baru diserahkan MDB ke daerah pertengahan 2011.
Terpisah, pada wartawan di kantornya, Gubernur NTB M Zainul Majdi mengatakan, Pemda NTB memang telah menugaskan manajemen DMB untuk menanyakan dividen hak pemda itu pada Multicapital. Pemda NTB kata Gubernur, mengetahui pembagian dividen itu dari media massa, tidak melalui pemberitahuan resmi.
Diberitakan sebelumnya, pada 17 Oktober 2011 Newmont membagi dividen untuk laba tahun 2011, sebesar US$ 200 juta kepada seluruh pemegang saham. Namun dividen hak Pemda NTB, tidak diterima pemda melainkan disetorkan ke rekening milik Credit Suisse Singapura.
Dividen dibagi berdasarkan besaran kepemilikan saham. Sebanyak 56% dividen diterima oleh Nusa Tenggara Patnership BV, pemilik saham asing PTNNT. Selebihnya 17,8% dividen untuk PT Pukuafu Indah, 2,2% untuk PT Indonesia Masbaga Investama, dan 24% untuk PT Multi Daerah Bersaing (MDB).
Dengan memiliki 24% saham, MDB memperoleh dividen sebesar US$ 48 juta, dengan US$ 12 juta diantaranya hak Pemda NTB. Jumlah dividen itu adalah nilai kotor, sebelum dikurangi pajak.
Seperti diketahui, Bakrie Group membiayai Pemda NTB untuk membeli 24% saham Newmont dengan pinjaman pada Credit Suisse Singapura. Bakrie Group lalu menjaminkan 24% saham Newmont yang diakuisisi bersama Pemda NTB itu pada Credit Suisse.
(ang/ang)










































