"Pasti ada pengaruhnya, seperti anda ketahui investasi terbesar di sana adalah Freeport. Jadi Freeport sendiri secara network-nya pasti juga secara terperinci juga memberitahukan kepada kantornya dia dan sebagainya tidak bisa ditutupi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Majapahit, Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Hidayat mengatakan, "Yang penting ketegasan kita dan kita punya target untuk menyelesaikannya bukan hanya menyelesaikan proses konflik tetapi juga politiknya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, soal konflik Papua adalah masalah internal Indonesia. Namun dia menyayangkan kasus ini hingga dibawa-bawa ke masalah internasional.
"Oleh negara tertentu seolah-olah disebut bahwa itu peristiwa internasional. Padahal Indonesia menganggap itu intern masalah dalam negeri. Ini adalah persoalan dalam negeri dan tidak seharusnya internasional ikut campur karena kita harus bisa akan menyelesaikan," harap MS Hidayat.
Seperti diketahui, akibat kerusuhan di sekitar wilaya tambang Freeport, Freeport-McMoran mengumumkan kondisi force majeure untuk pengapalan produk pertambangan dari tambang emas dan tembaga di Indonesia.
Pengumuman kondisi force majeure itu berarti Freeport bisa menghindari denda biasanya karena gagal memenuhi kewajiban sesuai kontrak.
Sekitar 8.000 dari total 23.000 pekerja Freeport telah melakukan pemogokan kerja selama lebih dari 1 bulan di tambang yang berlokasi di Papua. Mereka menuntut kenaikan gaji dan kondisi kerja yang lebih baik.
Produksi emas dan tembaga Freeport dari tambang Grasberg di Papua mengalami penurunan sepanjang kuartal III-2011. Produksi tembaga di Papua sepanjang kuartal III-2011 mencapai 233 juta pounds. Turun 34% dibanding periode yang sama di2010 yang mencapai 358 juta pounds.
(anw/dnl)











































