"Ada beberapa tempat misalnya di Surabaya, Cirebon, dan Pekalongan. Tapi cilik-cilik (kecil-kecil) gitu. Mudah-mudahan bisa diselesaikan bersama-sama PT KAI (Kereta Api Indonesia)," kata Mangindaan usai rapat tentang perkerataapian di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2011).
Kemenhub juga akan mengupayakan pembebasan lahan yang masih bermasalah itu bersama Pemda yang dilewati jalur kereta itu. Kementerian BUMN juga bersedia untuk membantu pembebasan lahan itu, terutama dalam hal pemindahan pipa air sepanjang 15 Km milik PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, menambahkan, rapat memutuskan menunjuk PT KAI untuk membebaskan lahan di Cirebon dan Surabaya. PT KAI diminta pula untuk berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membebaskan tanah itu. Wapres meminta agar kendala lahan diselesaikan secepatnya.
Boediono, lanjut Yopie, menaruh perhatian penuh pada penyelesaian proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya karena ini adalah salah satu prioritas nasional yang strategis. Jika sudah selesai, manfaat jalur ganda rel kereta api pada ekonomi kita sungguh besar dan dampaknya sangat luas pada daerah yang dilewati.
"Ongkos transportasi turun, beban pada jalan raya juga akan menurun secara signifikan. Banyak kegiatan ekonomi yang akan timbul jika proyek ini selesai," tandasnya.
Dari data yang ada, hingga Desember 2011, pembangunan jalur ganda yang sudah selesai adalah Jakarta-Cirebon (219 Km) dan Brebes-Pekalongan (72 Km), sehingga seluruhnya mencapai 291 Km.
Sedangkan sisa jalur ganda yang masih harus dibangun adalah Cirebon-Brebes (62 Km), Pekalongan-Semarang (90 Km) Semarang-Bojonegoro-Surabaya (280 Km). Pembangunan sisa jalur ganda sepanjang 432 Km ini harus selesai seluruhnya pada 2013.
(irw/hen)










































