Bulog Usul Gula Ilegal jadi Stok Nasional

Bulog Usul Gula Ilegal jadi Stok Nasional

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2004 14:28 WIB
Jakarta - Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengusulkan agar gula ilegal yang kini mencapai lebih dari 70.000 ton dijadikan stok nasional. Salah satu pertimbangannya karena gula tersebut saat ini sudah berada di dalam negeri.Selain itu, pertimbangan lain menjadikan gula ilegal tersebut sebagai stok nasional karena ketidakjelasan pemilik gula. Dengan demikian, jika dilelang dan dimasukkan ke pasar tetap akan menyulitkan pemerintah untuk mengendalikannya."Kalau dimintai pendapat, kita rekomendasikan dijadikan stok nasional. Jadi gula itu dikunci sampai saatnya nanti didistribusikan," kata Widjanarko usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (14/7/2004).Menurut Widjanarko, Bulog juga bersedia meminjamkan gudangnya untuk menyimpan gula-gula tersebut. Namun dengan catatan, pemerintah membayar sewa gudang. Ia juga mengaku pihaknya siap mengelola gula tersebut jika Bulog dipercaya pemerintah.Sementara itu, terkait dengan larangan impor beras hingga Agustus mendatang yang ketentuannya baru saja dikeluarkan Menperindag, mantan ketua Komisi III DPR ini mempersilakan pemerintah menerapkan ketentuan tersebut dengan alasan stok beras yang dimiliki Bulog saat ini sudah cukup.Namun ia masih mempertanyakan perihal pemenuhan cadangan pangan masyarakat. Alasannya, setiap tahun Bulog diharuskan menyediakan cadangan pangan nasional yang ditetapkan secara berkala dengan memperhitungkan tingkat kebutuhan masyarakat.Adapun cadangan beras nasional yang harus disediakan Bulog sekitar 1-2,5 juta ton per tahun, dimana dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan tersebut pada tahun 2005 mencapai Rp 3,567 triliun. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads