Bulog Targetkan Raskin Jangkau 9,2 Juta KK Miskin

Bulog Targetkan Raskin Jangkau 9,2 Juta KK Miskin

- detikFinance
Rabu, 14 Jul 2004 14:45 WIB
Jakarta - Untuk tahun anggaran 2005, Perum Bulog mengusulkan anggaran subsidi beras untuk keluarga miskin (raskin) sebesar Rp 5,647 triliun agar raskin bisa menjangkau 9,2 kepala keluarga (KK) dari 15,8 juta KK miskin di seluruh Indonesia. Dengan dana tersebut, setidaknya Bulog bisa menyediakan pagu beras sebanyak 2,20 juta ton.Dijelaskan Direktur Utama Perum Bulog, Widjanarko Puspoyo, sebenarnya jumlah beras yang direkomendasikan untuk KK miskin sebanyak 20 kilogram per KK per bulan. Namun akibat keterbatasan dana, pada tahun 2003 yang disalurkan baru 13,3 kilogram per KK per bulan.Untuk mengatasi hal itu, secara jangka panjang pagu alokasi raskin perlu disesuaikan untuk mendekati kebutuhan seluruh keluarga miskin. "Karena itu dalam tahun 2005 diusulkan untuk disediakan subsidi raskin sebesar Rp 5,647 triliun untuk menjangkau 9,2 juta KK miskin," kata Widjanarko usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (14/7/2004).Melalui peningkatan jangkauan sasaran ini, lanjut dia, diharapkan akan meningkatkan jumlah beras yang diterima keluarga miskin dari 13,3 kg per KK per bulan menjadi lebih mendekati jumlah yang direkomendasikan yakni 20 kg per KK per bulan.Tunjangan BerasSementara, terkait keinginan Departemen Pertahanan dan TNI/Polri untuk meerima tunjangan beras dalam bentuk uang, dalam pandangan Widjanarko, permintaan itu akan membuat kegiatan yang dilakukan Bulog berlawanan dengan kebijakan yang ditetapkan.Oleh karena itu, Bulog mengupayakan agar divisi regional (divre) dan sub-divre untuk memberi pelayanan terbaik, khususnya kepada anggota TNI/Polri, agar mendapat beras kualitas terbaik. Keinginan TNI/Polri tersebut secara langsung maupun tidak langsung dinilai juga akan berdampak pada Bulog, dimana Bulog akan selalu mengalami kesulitan dalam menjalankan misinya, terutama untuk mempertahankan harga dasar pembelian pemerintah melalui penyerapan hasil produksi petani.Sedangkan untuk rancangan anggaran pembangunan tahun 2005, Bulog mengusulkan alokasi dana sebesar Rp 439,595 miliar. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads