Dubes UE: Situasi Yunani Terkendali, Tapi Tak Dianggap Remeh

Dubes UE: Situasi Yunani Terkendali, Tapi Tak Dianggap Remeh

- detikFinance
Jumat, 04 Nov 2011 13:58 WIB
Dubes UE: Situasi Yunani Terkendali, Tapi Tak Dianggap Remeh
Jakarta - Situasi perekonomian di Eropa tidak seburuk yang selama ini diberitakan. Krisis hanya terjadi di Yunani dan saat ini kondisinya sudah terkendali, meski tetap tidak diremehkan.

Demikian disampaikan Duta Besar Uni Eropa Julian Wilson saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (4/11/2011).

"Faktanya mereka (Yunani) tidak begitu sulit, karena berita utama terlihat sangat dramatis dan beberapa hari terakhir memang suatu kejutan atas situasi Yunani, tapi jangan dilihat satu persatu melainkan melihat secara paket keseluruhan yang sangat komprehensif karena kita sudah menempatkan semua jalur yang benar untuk memecahkan isu-isu yang kita miliki," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Julian, saat ini krisis ekonomi masih pada kawasan Yunani. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Yunani hanya memberikan kontribusi sebesar 2 persen dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi di seluruh negara Uni Eropa.

"Yang paling penting disoroti yang perlu didengar oleh masyarakat Indonesia keadaan saat ini masih dramatic blip, tapi itu hanya di kawasan Yunani. Yang perlu digarisbawahi pertumbuhan ekonomi Yunani kurang 2 persen dari GDP Uni Eropa," ujarnya.

Meskipun demikian, Julian menegaskan pihaknya tidak akan meremehkan kondisi tersebut. Hanya saja saat ini masih berada dalam kendali.

"Sangat penting, kita jangan meremehkan secara serius, tapi apa yang telah kita lakukan sudah di bawah kendali," pungkasnya.

Seperti diketahui, krisis di Yunani memanas setelah Perdana Menteri George Papandreou mengumumkan rencananya untuk melakukan referendum atas paket penyelamatan krisis utang. Rencana referendum itu sempat membuat pasar saham anjlok, sekaligus memicu kemarahan para pemimpin Eropa yang telah bersusah payah mencapai kesepakatan pemberian dana talangan bagi Yunani.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads