Hal ini disampaikan SBY dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusmah, Jakarta, Sabtu (5/11/2011).
"Saya mengangkat isu yang menjadi kepentingan indonesia dan ASEAN. Khususnya ketahanan pangan dan perekonomaian. Lima hari lalu penduduk dunia mencapai 7 miliar. Ini membutuhkan pangan yang lebih besar dengan kualitas yang lebih baik dari kelompok menengah," tegas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu saya menyeru kepada G20 untuk tingkatkan kerjasama di G20 ini dan dijadikan prioritas sekarang dan ke depan. Bukan hanya G20 tapi lintas regional. Misalnya ASEAN dan Eropa," imbuh SBY.
Saat ini gejolak harga pangan terus terjadi dan ini harus jadi perhatian penuh. ASEAN sudah membuat kerjasama ketahanan pangan dengan menggandeng China, Jepang, dan Korea.
"Saya sampaikan dan ini (ketahanan pangan) menjadi respons yang disepakati. Ketahanan pangan ini sangat-sangat penting," imbuh SBY.
Dalam kesempatan itu, SBY juga menyinggung soal pasar keuangan yang sering tidak transparan, tidak diatur dan tidak adil.
"Sebagai contoh, petani menghasilkan komoditas pertanian tapi tidak mendapat hasil yang lebih besar. Ini tidak adil. Dan terakhir masyarakat kita membeli dengan harga yang mahal. Di tengah-tengah itu ada sistem, entah ada aturan-aturannya, macam-macam itu yang ternyata sangat membebani," kata SBY.
(dnl/dnl)











































