Hal ini disampaikan Sri Mulyani usai bertemu Presiden SBY di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (8/11/2011).
"Seluruh proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia saat ini sedang dalam proses untuk dievaluasi kembali karena krisis terjadi di Eropa sudah pasti akan mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi dunia," kata Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung tingkat seberapa serius krisis ini mempengaruhi baik melalui jalur perdagangan, investasi, pariwisata maupun dari sisi remitansi. Saya rasa semua harus meng-cover sebelah sana," jelas mantan Menteri Keuangan ini.
Hari ini, Sri Mulyani mendapat kesempatan bertemu Presiden SBY untuk membicarakan persoalan krisis ekonomi global. Salah satu poin terpenting pembicaraan adalah soal kebijakan makro ekonomi seperti merancang APBN yang sehat baik di sisi penerimaan maupun di sisi belanja negara.
"Kemudian membangun infrastruktur yang strategis untuk bisa menciptakan pemerataan ekonomi dan konektivitas yang lebih efisien dan kemudian program sosial safety net atau menjaga terutama pada kelompok termiskin agar mereka tidak mudah atau tidak menjadi rentan terhadap guncangan harga makanan atau harga bahan bakar," tutur Sri Mulyani.
Sri Mulyani hadir di Jakarta untuk menjadi pembicara dalam pertemuan Menteri Keuangan se-ASEAN di Hotel Shangri-La hari ini. Kemarin ia sempat melakukan diskusi dengan menteri keuangan Agus Martowardojo.
(dnl/qom)











































