Sri Mulyani Ingatkan SBY Tak Lengah Hadapi Krisis Eropa

Sri Mulyani Ingatkan SBY Tak Lengah Hadapi Krisis Eropa

- detikFinance
Selasa, 08 Nov 2011 12:33 WIB
Sri Mulyani Ingatkan SBY Tak Lengah Hadapi Krisis Eropa
Jakarta - Direktur Bank Dunia yang juga mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan dampak krisis ekonomi di Eropa terhadap perekonomian di Indonesia. Krisis di Eropa bisa mengganggu sisi perdagangan, investasi, dan pariwisata di negara berkembang.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani usai bertemu Presiden SBY di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (8/11/2011).

"Seluruh proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia saat ini sedang dalam proses untuk dievaluasi kembali karena krisis terjadi di Eropa sudah pasti akan mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi dunia," kata Sri Mulyani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini banyak negara maju yang memprediksi ekonominya akan menurun sekitar 0,6% akibat krisis di Eropa. Di kawasan Asia, perekonomian juga akan menurun.

"Tergantung tingkat seberapa serius krisis ini mempengaruhi baik melalui jalur perdagangan, investasi, pariwisata maupun dari sisi remitansi. Saya rasa semua harus meng-cover sebelah sana," jelas mantan Menteri Keuangan ini.

Hari ini, Sri Mulyani mendapat kesempatan bertemu Presiden SBY untuk membicarakan persoalan krisis ekonomi global. Salah satu poin terpenting pembicaraan adalah soal kebijakan makro ekonomi seperti merancang APBN yang sehat baik di sisi penerimaan maupun di sisi belanja negara.

"Kemudian membangun infrastruktur yang strategis untuk bisa menciptakan pemerataan ekonomi dan konektivitas yang lebih efisien dan kemudian program sosial safety net atau menjaga terutama pada kelompok termiskin agar mereka tidak mudah atau tidak menjadi rentan terhadap guncangan harga makanan atau harga bahan bakar," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani hadir di Jakarta untuk menjadi pembicara dalam pertemuan Menteri Keuangan se-ASEAN di Hotel Shangri-La hari ini. Kemarin ia sempat melakukan diskusi dengan menteri keuangan Agus Martowardojo.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads