Teroris Ancam Kilang AS, Harga Minyak Kembali Melonjak
Kamis, 15 Jul 2004 11:21 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak menjadi US$ 40,97 per barel karena kekhawatiran atas ancaman terorisme terhadap sejumlah infrastruktur minyak di AS. Selain itu juga dipicu oleh data terakhir yang dikeluarkan AS dan menunjukkan semakin menipisnya cadangan minyak.Harga minyak mentah dunia di New York kembali melonjak US$ 1,53 per barel menjadi US$ 40,97 per barel yagn merupakan level tertinggi sejak 1 Juni lalu. Di London, harga minyak Brent untuk Agustus naik US$ 1,85 menjadi US$ 38,54 per barel. Data dari pemerintah AS yang dikeluarkan Rabu (14/7/2004) seperti dikutip AFP, menunjukkan cadangan minyak mentah AS turun 2,1 juta barel menjadi 302,9 juta barel dan cadangan bensin turun 200 ribu barel menjadi 205,9 juta pada pekan lalu. Demikian juga survey oleh American Petroleum Institute juga menyebutkan cadangan minyak mentah turun 5,1 juta barel menjadi 300,1 juta, namun untuk bensin naik 4,4 juta barel menjadi 208,7 juta. Salah satu faktor pemicu melonjaknya harga minyak adalah pemberitaan di Majalah Time edisi online yang menyebutkan bahwa dalam buletin intelijen FBI yang dikirimkan kepada aparat penegak hukum lokal pada minggu lalu dikatakan adanya potensi ancaman teroris pada sejumlah infrastruktur energi AS. "Yang pokok sebenarnya adalah bahwa suplai sangat ketat dan adanya pemikiran tentang serangan teroris yang akan mengganggu sebagian industri energi AS merupakan faktor yang menyebabkan melambungnya harga minyak," ujar Phil Flynn, analis senior pada Alaron Trading. Hal senada juga dikatakan oleh Mike Fitzpatrickm analis dari Fimat USA yang menyatakan bahwa pasar sangat concern pada kedua masalah tersebut. Disamping itu, tipisnya volume transaksi menyebabkan harga melambung lebih cepat.Sementara Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates menyebutkan bahwa operator kapal tanker telah menolak pengapalan minyak dari Pelabuhan Basrah, Irak karena kekhawatiran terhadap masalah keamanan. Hal itu menurutnya juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga minyak.
(qom/)











































