Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty menyatakan pihaknya tak mau kasus rendahnya penyerapan belanja terulang sehingga Keppres untuk pelaksanaan proses tender untuk anggaran belanja tahun depan akan dirilis pada pekan ketiga bulan November.
"Yang penting 2012, keppres rincian belanja pusat dan daerah akan diterbitkan bulan ini. Maka akhir November K/L sudah bisa mulai proses tender. Karena alokasinya anggaran persiapan tender sudah ada di APBN-P 2011. Mereka harus bisa mulai. Sekarang kita sedang minta schedule masing-masing K/L untuk lelang," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keppres tersebut diterbitkan sembari menunggu adanya revisi Keppres 54 Tahun 2010. Untuk itu, pihak Kemenkeu segera meminta jadwal lelang untuk setiap K/L dengan program yang jelas.
"Sekarang kita sedang minta schedule masing-masing K/L untuk lelang. Kemenkeu mau perbaiki, masukan kalau ada keppres 54 yang perlu di review kembali untuk dikomunikasikan dengan LKPP. Diingatkan juga K/L siapkan program dengan baik, itu kuncinya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, realisasi belanja untuk tahun ini cukup baik. Meskipun ada belanja modal yang terhambat karena terdapat beberapa Kementerian/Lembaga yang melakukan tender ulang.
"Ada yang belum bisa dieksekusi utamanya pembebasan lahan dan gedung. Ada yang ulang tender, dan tidak mungkin terserap 100 persen," ujarnya
Namun, untuk keseluruhan belanja K/L diperkirakan hanya bisa terserap hingga 90 persen karena adanya efisiensi.
"Seperti PU, ESDM, dan lain-lain. Kita dorong dan pastikan kira-kira sampai akhir rangenya sampai 90 persen realisasinya krn ada beberapa yang efisiensi dari tender," jelasnya.
Berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, hingga sebelas bulan berjalan, realisasi penyerapan anggaran belanja masih rendah, sehingga anggaran surplus Rp 9,19 triliun. Namun lebih rendah dibanding surplus pada periode yang sama tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 26,60 triliun.
Realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 912,082 triliun (69,15%) dari pagu APBNP 2011 yang sebesar Rp 1.320,75 triliun. Dibanding dengan realisasi belanja negara pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 747,43 triliun (66,4%) dari pagu anggarannya, maka realisasi belanja negara tahun ini sedikit lebih baik.
Dalam data tersebut, rincian belanja negara, secara umum pos belanja negara sudah terealiasi lebih dari 50%, seperti realiasi belanja pemerintah pusat yang sebesar 65,5% dari pagu anggarannya yang sebesar Rp 908,24 triliun. Anggaran belanja ini meliputi belanja pegawai yang telah terealiasi sebesar 83,3% dari pagu anggaran Rp 182,87 triliun, belanja barang sebesar 53,1% dari pagu anggaran Rp 142,82 triliun.
Hanya saja, untuk belanja modal baru terealiasasi sebesar 40,7% dari pagu anggaran yang sebesar Rp 140,95 triliun, lebih rendah dari realiasi anggaran belanja modal pada periode yang sama tahun 2010 yang mencapai 43%.
Berdasarkan data Ditjen Perbendaharaan Negara, per 7 November 2011 realisasi belanja modal tanah dan bangunan baru 26,9% dari pagu yang sebesar Rp 4,4 triliun. Belanja modal gedung dan bangunan 35,8% dari pagu Rp 24,6 triliun, belanja modal jalan dan jembatan 55,3% dari pagu anggran sebesar Rp 31,4 triliun, sedangkankan belanja modal untuk irigasi 64,12% dari pagu 2,1 triliun, serta belanja modal perawatan dan mesin 40,5% dari pagu anggaran Rp 39,3 triliun.
Jika melihat posisi realisasi penyerapan anggaran hingga November ini, Agus masih yakin penyerapan anggaran pada tahun ini akan lebih baik ketimbang tahun lalu. Sebagai gambaran saja, dengan kondisi penyerapan per 7 November tahun lalu yang lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun ini, pada akhir tahun lalu realiasi belanja negara bisa mencapai 94,3% dari pagu anggaran, dan realisasi pendapatan negara sebesar 102,5%.
(nia/qom)











































