Namun Departemen Pertanian Australia membantah jumlah domba yang matimencapai 500 dan menegaskan angkanya lebih rendah, sementara dokter hewan telah menyatakan ternak-ternak itu 'cukup sehat untuk melakukan perjalanan'.
Pengapalan sekitar 67.000 domba dari Pelabuhan Adelaide berjalan mulai Agustus dengan tujuan Al Messillah, namun terungkap sesaat setelah meninggalkan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternak-ternak hidup itu kemudian dibagi menjadi dua pengapalan satu sampai ke Al Messilah dan satu lagi ke Al Shuwaikh. Namun sebanyak 206 domba mati sebelum mencapai tujuan akhirnya. Sehingga total domba yang mati mencapai 504 ekor.
Eksekutif Departemen Pertanian Jenny Cupit dalam sebuah suratnya pada bulan lalu mengatakan, di setiap kejadian, tingkat kematian rata-rata sebesar 2% dari total ternak yang dikapalkan.
"Domba-domba itu sehat, beristirahat dengan baik dan beradaptasi penuh pada diet yang mereka terima selama proses pengapalan. Tidak ada basis untuk menyimpulkan pengiriman mereka ke Timur Tengah bakal menjadi apapun kecuali kenyamanan," ujarnya dalam surat yang dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (16/11/2011).
Ia juga mengatakan, setiap pengiriman tersedia 15% tempat yang longgar dan kapal yang digunakan pun sudah terakreditasi.
Dalam kebanyakan kasus, domba-domba mati karena infeksi, kekurangan pangan, di mana kelaparan disebabkan karena menolak untuk makan.
Pengacara keselamatan binatang Australia, Glenys Oogjes mengatakan, hal itu merupakan cara mati domba-domba yang cukup mengerikan. Ia mengatakan, kurang pangan dan meningkatnya infeksi salmonela, bertanggung jawab atas 75% kematian domba-domba pada industri ekspor ternak.
Oogjes menyatakan, pemerintah salah membatasi investigasinya pada pelayaran di mana lebih dari 2% domba mati.
"Dua persen terlalu tinggi. Ini tidak memberikan investigasi pada kebanyakan pengapalan dan itu berarti pelajaran yang harus dipelajari dari masalah-masalah itu tidak dipelajari. Di semua kesempatan, tidak ada kematian di kapal yang bisa diterima," tambahnya.
Industri ekspor domba Australia telah turun secara signifikan dalam satu dekade terakhir, dengan jumlah yang diekspor pada tahun 2010 sebesar 3 juta, dibandingkan tahun 2001 yang sebanyak 6,3 juta.
Masalah keselamatan ternak Australia juga sempat berdampak pada Indonesia. Beberapa waktu lalu, Australia menghentikan ekspor sapi hidup ke Indonesia setelah munculnya video penyiksaan ternak itu ketika dipotong. Namun kemudian Australia mencabut larangan ekspor sapi itu dengan alasan Indonesia sudah memperbaiki cara-cara memotong sapi.
(qom/hen)











































