McDonald's dan Target pun memutuskan untuk menghentikan pemasok telurnya pada pekan lalu setelah dirilisnya video yang menjijikkan itu oleh Mercy for Animals.
Dalam video yang dirilis tersebut terlihat penyiksaan ayam di tiga gudang. Video itu diduga diambil antara Mei dan Agustus di fasilitas-fasilitas yang dioperasikan oleh Sparboe Farms di Colorado, Iowa dan Minnesota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tayangan paling kejam adalah ketika seorang pekerja menekan jempolnya di leher anak ayam hingga patah.
"Mempertimbangkan video undercover, perilaku di rekaman ini sangat mengganggu dan secara penuh tidak bisa diterima," demikian pernyataan dari McDonald's terkait pemutusan pasokan dari Sparboe Farms, seperti dikutip dari CNN, Senin (21/11/2011).
"McDonald's ingin menjamin para konsumen kami bahwa kami menginginkan perlakuan yang manusiawi terhadap binatang-binatang dari pemasok-pemasok kami. Kami mengambil tanggung jawab ini sangat serius," tambah McD.
"Ini penting untuk dicatat bahwa tindakan paling menakutkan di video itu tidak terjadi di Sparboe's Vincent, Iowa yang memasok McDonland's. Namun demikian, standard kami yang sangat tinggi untuk para pemasok kami menghalangi perilaku ini,"" demikian pernyataan dari McD.
Perusahaan lain yang juga dipasok dari Sparboe Farms, Target mengambil tindakan yang sama dengan McD. Target yang merupakan produsen dan penjual telur terbesar ke-5 di AS akhirnya memutuskan pasokan dari Sparboe juga.
Sparboe Farms langsung mengadakan investigasi internal terkait kelurnya video. Namun dikatakan, video itu diambil oleh aktivis binatang yang disewa dengan pura-pura.
Presiden dan pemilik Sparboe Farms, Beth Sparboe Schnell mengaku telah memecat 4 pegawainya serat merombak manajemen setelah melakukan investigasi yang masih berlanjut.
Auditor independan dari Iowa State University juga disewa untuk melakukan audit keselamatan hewan dari pihak ketiga.
"Saya sangat sedih melihat kisah ini karena ini bukanlah Sparboe Farms. Perbuatan yang digambarkan dalam video itu secara jelas tidak bisa diterima dan jelas mengherankan dengan nilai kami sebagai peternak telur," jelasnya.
Keluarnya video dan respons perusahaan itu keluar setelah adanya surat peringatan yang dikirim oleh U.S. Food and Drug Administration ke Sparboe Farms pada awal pekan lalu. Agensi mengatakan telah menemukan pelanggaran yang serius setelah mengunjungi 5 fasilitas produksi di perusahaan tersebut, termasuk kegagalan mengimplementasikan rencana pencegahan Salmonella Enteritidis.
Industri telur kerap kali menjadi target hak-hak binatang, dimana para pemasok dituding memelihara ayam-ayam dalam kondisi yang kejam. Kerap kali para aktivis menggunakan video undercover untuk membuktikannya.
Kasus keselamatan binatang ini mengingatkan pada kasus kekejaman saat pemotongan sapi Australia di Indonesia. Dirilisnya video kekejaman pemotongan sapi itu akhirnya membuat Australia mengambil keputusan menghentikan impor sapi ternaknya ke Indonesia.
Namun kemudian Australia mencabut larangan ekspor sapi itu dengan alasan Indonesia sudah memperbaiki cara-cara memotong sapi.
(qom/qom)











































