Listrik di Sumatera Barat Mulai Menyala Teratur

Listrik di Sumatera Barat Mulai Menyala Teratur

- detikFinance
Senin, 19 Jul 2004 17:56 WIB
Padang - Sempat ramai menjadi gunjingan warga, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumatera Barat (Sumbar) kini mulai disanjung bak dewa penyelamat. Pasalnya, terhitung sejak Jumat (16/7/2004), pemadaman aliran listrik bergiliran mencapai 12 jam perhari mulai berkurang. Di kota Padang, pemadaman bahkan hampir tidak terjadi lagi."Syukurlah, mudah-mudahan tidak ada lagi pemadaman. Akibat sering mati lampu, TV dan komputer saya sudah rusak berat. Kalau mati lampu terus, bisa-bisa gajisaya habis buat biaya servis peralatan elektronik saja," ujar Amri (34) ketika ditemui detikcom di sebuah tempat servis elektronik di Jl. Veteran, Padang, Senin (19/7/2004). Amri mengaku, untuk memperbaiki peralatan elektroniknya itu, ia terpaksa mengeluarkan biaya ekstra yang cukup besar. "Awalnya saya berpikir komputer saya cuma rusak harddisknya saja. Ternyata, setelah diservis, power suplynya juga kena. Ditambah biaya servis, total duit yang harus saya keluarkan mencapai Rp 600.000. Belum lagi untuk memperbaiki TV," ujarnya.Senada dengan Amri, sejumlah warga yang ditemui detikcom juga berharap tidak ada lagi pemadaman listrik. Nida Husni (40), misalnya. Warga kelurahanParak Manggis, Kecamatan Koto Tangah Padang ini mengaku cemas kalau-kalau PLN memutus lagi aliran listrik. "Habis, kalau mati lampu rasanya nggak bisangapa-ngapain," ujarnya.Satu Unit PLTU Ombilin Masih RusakSementara itu, Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumbar Yusman Rajo Mudo ketika dihubungi detikcom, Senin (19/7/2004) mengatakan, penurunan intensitas pemadaman listrik tersebut karena sudah kembali beroperasinya satu dari dua unit PLTU Ombilin yang sebelumnya rusak total. Satu unit PLTU tersebut berhasil menambah pasokan listrik sekitar 70 - 80 MW. Selain itu, Sumbar juga mendapat bantuan pasokan listrik dari PLN wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)."Batuan dari Sumsel itu sebesar 90 MW di siang hari dan sekitar 20 MW di malam hari. Bantuan itulah yang kita gunakan untuk menstop operasi PLTA Singkarak pada siang hari agar dapat beroperasi maksimal di malam hari," demikian Yusman Rajo Mudo. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads