Mentan: Lahan Terlantar Konon Tinggal 6 Juta Hektar

Mentan: Lahan Terlantar Konon Tinggal 6 Juta Hektar

- detikFinance
Selasa, 06 Des 2011 16:58 WIB
Mentan: Lahan Terlantar Konon Tinggal 6 Juta Hektar
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menjadi pejabat pemerintah yang kerepotan sendiri dengan internal kabinetnya sendiri. Ia sudah berkali-kali menagih soal pemberian lahan terlantar untuk penambahan area pertanian kepada menteri kehutanan dan kepala badan pertanahan nasional (BPN), namun hasilnya masih nihil.

"Kemenhut (kementerian kehutanan) sebenarnya sudah menjanjikan, tapi lahannya di mana belum jelas. Saya berharap juga lahan terlantar yang dijanjikan dari BPN," ujar Mentan Suswono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Menurutnya janji adanya tambahan lahan pertanian baru sebesar 2 juta hektar sudah disampaikan sejak awal masa tugas KIB II. Lahan tersebut berasal dari 7,3 juta hektar lahan terlantar yang lokasinnya tersebar di beberapa titik di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi lahan yang terlantar itu konon sekarang tinggal 6 juta hektar," sambung Suswono.

Mentan menjelaskan, tambahan lahan pertanian baru sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Bukan hanya untuk lahan pertanian padi, tapi juga kedelai, tebu dan lain-lain komoditas pangan yang selama ini masih belum mencukupi kebutuhan dalam negeri sehingga terpaksa impor kebutuhan pangan.

Langkah mencegah alih fungsi lahan, lanjut Suswono, juga tidak mudah dilakukan meski sudah ada payung hukumnya, yaitu UU 41/2009. Pelaksanaan UU tersebut di daerah tidak bisa efektif dengan alasan belum adanya peraturan daerah penetapan wilayah pertanian berkelanjutan di samping tuntutan pengadaan pengadaan properti yang dibutuhkan warga masyarakat.

"UU ini relatif mandul. Sebetulnya konversi lahan untuk perumahan dan kegiatan ekonomi bisa dilakukan lahan yang bukan lahan produktif. Harusnya begitu," katanya.


(lh/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads