Bea Cukai: Tidak Boleh Ada Istilah 'Yang Penting Sama-Sama Happy'

Bea Cukai: Tidak Boleh Ada Istilah 'Yang Penting Sama-Sama Happy'

- detikFinance
Kamis, 08 Des 2011 14:08 WIB
Bea Cukai: Tidak Boleh Ada Istilah Yang Penting Sama-Sama Happy
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai menegaskan tak boleh lagi ada kongkalikong antara aparat Bea Cukai dengan pengguna jasa Bea Cukai. Pengawasan terhadap petugas Bea Cukai bakal diperketat.

"Sistemnya harus dibangun, harus ada internalisasi, sosialisasi, perlu waktu. Kita pastikan tidak boleh ada lagi yang penting sama-sama happy, itu kita sampaikan tidak perlu ada," ujar Kepala Pusat Kepatuhan Internal Ditjen Bea Cukai Yusmariza saat ditemui di KPP Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (8/12/2011).

Yusmariza mengakui memang sulit untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh aparat Bea Cukai di lapangan. "Menjaga orang yang jumlahnya 10.500 untuk tidak berbuat itu kan sulit. Ya tapi mereka harus sadar kalau mereka lakukan (kesalahan) akan kena sanksi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusmariza menambahkan alasan gaji kecil tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran, salah satunya tindakan korupsi.

"Sebetulnya kalau kecil banget relatif, kalau kita lihat sistem pasar gaji, sebetulnya saya tidak bicara angka gaji, tapi sebetulnya sarjana masuk ke swasta, kalau dibanding kita, jadi kalau bicara cukup atau tidak cukup, relatif, menurut saya perlu ditingkatkan, tapi untuk sekarang ini memadai lah, tapi jangan menjadi alasan," tukasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads