Demikian disampaikan dalam laporan Bank Dunia per Desember 2011 oleh Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia, Shubham Chaudhuri dalam paparan World Bank Ekonomi Indonesia di Hotel Nikko, Sudirman, Jakarta, Rabu (14/12/2011).
"Perkiraan pertumbuhan dasar (baseline) Bank Dunia untuk tahun 2012 bagi perekonomian Indonesia telah diturunkan menjadi 6,2% sedikit lebih rendah 6,3% pada sebelumnya. Untuk 2011 sendiri masih 6,4% tidak berubah," ungkap Shubham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan tetapi mencerminkan hasil-hasil yang lebih rendah dari perkiraaan awal dan berlanjutnya ketidakpastian perekonomian dunia, proyeksi pertumbuhan mitra dagang Indonesia untuk 2012 telah diturunkan menjadi 3,5% dari 3,9% pada sebelumnya," kata Shubham.
Pada kuartal III-2010, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya menunjukkan sedikit ketidakpastian prospek ekonomi internasional. Bank Dunia memandang PDB riil yang meningkat 6,5% ditopang oleh pertumbuhan konsumsi swasta.
"Seperti juga pertumbuhan ekspor riil, walau sedikit lebih rendah pada kuartal kedua. Disisi produksi industri pengolahan masih tumbuh baik," jelasnya.
Di sisi produksi, Bank Dunia melihat pertumbuhan PDB terakhir juga diiringi dengan penciptaan lapangan kerja yang pesat, dengan lapangan pekerjaan non pertanian meningkat 5,4% di tahun berjalan.
"Ke depan perlu diwaspadai risiko penurunan yang signifikan terhadap prospek ekonomi internasional masih tetap ada," pungkasnya.
(dru/dnl)











































