Demikian keterangan tertulis manajemen Freeport yang diterima detikFinance, Rabu (14/12/2011)
Kesepakatan ini akan dimasukkan ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk dua tahun ke depan. Dengan adanya kesepakatan ini maka mogok kerja, yang dimulai pada 15 September 2011, telah berakhir dan pekerja akan mulai melapor ke posisi kerja masing-masing dalam beberapa hari mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajemen akan memberikan peningkatan manfaat, termasuk peningkatan tunjangan perumahan, bantuan pendidikan dan tabungan pensiun. Untuk tujuan kemanusiaan, PTFI juga setuju untuk membayar satu kali bonus penandatanganan setara dengan tiga bulan upah dasar. Kedua pihak sepakat bahwa negosiasi upah di masa depan akan didasarkan pada biaya hidup dan daya saing upah di Indonesia.
"Manajemen PTFI dengan gembira telah mencapai ketentuan yang dapat diterima bersama dengan Serikat Pekerja dan menghargai dukungan dan bantuan dari berbagai instansi pemerintah dalam mencapai resolusi untuk kepentingan semua pihak. Manajemen PTFI saat ini akan fokus dalam melanjutkan operasi perusahaan secara aman, harmonis dan efisien," jelas keterangan resmi manajemen Freeport.
Sebelumnya, kegiatan di pabrik pengolahan telah berhenti beroperasi sejak 22 Oktober 2011, sambil menunggu perbaikan pipa konsentrat dan bahan bakar yang rusak sebagai akibat dari kerusuhan yang terjadi selama pemogokan.
Perbaikan untuk jaringan pipa yang rusak secara substansial telah selesai dan PTFI telah mulai menjalankan kembali kegaitan di pabrik pengolahan. Pengiriman konsentrat diharapkan masih akan terbatas sampai kegiatan operasi penuh dipulihkan, yang diharapkan pada awal tahun 2012.
(hen/dnl)










































