Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, kementerian/lembaga yang lambat telah dipanggil untuk ditanyai masalah lambatnya penyerapan anggaran tersebut.
"Kita mau belanja pemerintah 2012 bisa di-disbursed (diserap) di triwulan I-2012. Namun apa yang terjadi? Hingga sampai hari ini, belanja modal baru 52%. Sampai hari ini. Ada apa?" kata Anny di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (14/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih seperti yang dulu. Kepentingan publik harus melalui diselesaikan RUU lahan," jelasnya.
Masalah kedua adalah procurement (pengadaan) barang yang lambat.
"Procurement atau pengadaan barang dan jasa dokumen harus berbeda sesuai aturan procurement baru, dan akhirnya pengulangan proses," katanya.
Anny mengatakan, penyerapan anggaran ini sebenarnya diperlukan untuk membantu mengangkat pertumbuhan ekonomi khususnya di tengah krisis ekonomi global saat ini.
"Ancaman krisis makin kental maka diperlukan mitigasi krisis yang harus cepat. Melakukan respons cepat," ucap Anny.
Pemerintah optimistis di 2011 sampai akhir tahun ekonomi tumbuh 6,5% sama seperti target di APBN-P.
"Kita terus fokus untuk melangkah 2 minggu lagi. Menutup 2011," tukas Anny.
(dru/dnl)










































