Pemerintah menargetkan pengurangan separuh dari proporsi penduduk yang menderita kelaparan dalam kurun waktu 1989 hingga 2015. Pada tahun 1989, jumlah penduduk miskin yang menderita kelaparan sebesar 31%. Sementara pada tahun 2010, realisasi jumlah penduduk yang menderita kelaparan sebesar 17,9%.
"Target kita pada tahun 2015 kita bisa menurunkan penduduk menderita kelaparan menjadi 15,5 persen," kata Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat Badan Pusat Statistik (BPS) Happy Hardjo di kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/12/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Happy menyebutkan pada tahun 1993, jumlah penduduk miskin sebesar 15,1%. Sementara pada tahun 2011, jumlah penduduk miskin hanya turun 12,49%.
Meski demikan Pemerintah menargetkan penurunan kemiskinan mencapai 7,55% pada tahun 2015. Angka ini turun setengahnya jika dibandingkan realisasi pada tahun 1993 tersebut. Pemerintah perlu menekan 6,94% dari realisasi tahun 2011 dalam 4 tahun mendatang.
"Penurunan separuh persentase penduduk miskin menggunakan garis kemiskinan nasional dari tahun 1993 sebesar 15,1 persen ke 7,55 persen pada tahun 2015," ujarnya.
Dalam pemaparan ini memang Happy tak merinci soal kausalitas persentase target penduduk miskin tahun 2015 yang sebesar 7,55% dengan target penurunan orang yang rawan kelaparan sebesar 15,5%. Secara perhitungan sederhana dengan demikian orang yang tak masuk miskin pun rawan terhadap kelaparan.
(hen/dnl)











































