"Kita selalu impor beras, sayang sekali. Makanya harga beras naik terus karena ada masalah di bidang produksi beras," kata Dahlan dalam acara Seminar Mandiri Economic Forum di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Dahlan mengatakan jika tidak ada skenario yang dilakukan 3-4 tahun kedepan, ia khawatir akan ada krisis pangan. Menurutnya dalam jangka pendek, mungkin kondisi ini bukan masalah jika produksi beras Thailand, India dan Vietnam masih bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya BUMN akan terjun di bidang pangan. Tahun depan pemerintah melalui BUMN akan mengembangkan 100.000 hektar sawah yang akan memproduksi 1 juta ton beras.
"Dan akan meningkat 3x lipat per tahun minimal 2014 ada 600.000 hektar sawah baru dan 6 juta ton tambahannya. Sehingga masalah produksi beras tidak mengandalkan jalur instansi," kata Dahlan.
Dalam situasi otonomi daerah produksi beras itu jadi kewenangan Bupati. "Tapi apakah para Bupati masih bisa mencintai sawah?, Saya tidak percaya, karena para Bupati lebih mencintai politik daripada sawah. BUMN perlu turun tangan dan menangani masalah pangan," tukasnya.
Seperti diketahui Perum Bulog yang merupakan BUMN pangan mendapat tugas mengamankan stok beras salah satunya dengan impor beras dari Thailand, Vietnam dan India. Impor beras yang terealisasi bakal mencapai 1,8-1,9 juta ton.
(dru/hen)










































