Jerman Alihkan Utang RI Rp 228 Miliar Jadi Beasiswa

Jerman Alihkan Utang RI Rp 228 Miliar Jadi Beasiswa

- detikFinance
Kamis, 15 Des 2011 18:22 WIB
Jerman Alihkan Utang RI Rp 228 Miliar Jadi Beasiswa
Jakarta - Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW) mengalihkan utang Indonesia sebesar 18,8 juta Euro atau sekitar Rp 228 miliar. Pengalihan utang tersebut untuk memberikan beasiswa pada 200 pelajar Indonesia yang studi ke Jerman sebesar 9,4 juta Euro atau sekitar Rp 114 miliar.

"Indonesia dan Jerman sepakat untuk mengintensifkan kerjasama dalam pendidikan tinggi," ujar Sekretaris Jenderal Dinas Pertukaran Akademis Jerman Dorothea RΓΌland seusai menandatangani nota kesepahaman pengurangan utang lewat program Debt Swap, di kantor Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Selain pengiriman pelajar Indonesia ke Jerman, Dorothea menyatakan Pemerintah Jerman juga memdukung program memperkuat kualitas pendidikan menengah kejuruan di 22 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Program ini memberikan peralatan dan bahan ajar yang semisalnya untuk upgrade mesin dan modernisasi perakitan praktek. Dengan dana hibah yang digelontorkan mencapai Rp 250 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pendidikan teknik kejuruan dan pelatihan,"jelasnya.

Menurut Dorothea, setiap tahun, pemerintah Jerman, mendukung pertukaran lebih dari 550 akademisi dari Indonesia dan Jerman untuk mengejar karir dan bea siswa. Sejak tahun 2002 Bank Pembangunan Jerman, telah menandatangani perjanjian hibah dengan Pemerintah Indonesia dengan jumlah total 143,6 juta Euro. Sampai sekarang total dana hibah yang sudah di sudah 111,8 juta Euro. Jerman juga akan memberikan dana hibah untuk keanekaragaman hayati dengan jumlah komitmen untuk swap utang 20 juta Euro.

"Perjanjiannya sedang kami persiapkan," ujarnya.

Sementara, Direktur Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan pemerintah akan mengawasi program ini agar tepat sasaran. Saat ini total utang pemerintah Indonesia ke pemerintah Jerman sebesar US$ 2,3 miliar.

"Program ini merupakan proyek yang sudah disetujui dalam pertemuan bilateral sejak 2007," ujarnnya.

Menurut Rahmat, program hibah ini untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan kejuruan, akses dan informasi pasar kerja, akses kopentensi wirausaha, dan sistem sertifikasi dan penilaian berstandar nasional. Pemerintah Indonesia, tetap harus membayar setengah dari komitmen penghapusan utang sebesar 18 juta euro pada DAAD. Dimana untuk program Bea Siswa ke Jerman, akan dilaksanakan mulai tahun 2012 sampai 2018.

"Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, setiap tahun pada bukan Agustus akan membayar biaya pendidikan pada DAAD," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads