Sarundajang blak-blakan Sulut memang butuh uang yang banyak untuk pembangunan. "Tanpa uang tidak mungkin (kami membangun). Karena itu saya memberi apresiasi kepada Mega Corpora untuk memperkuat dulu bank Sulut, sebelum melakukan investasi yang lain," kata Sarundajang saat menyampaikan sambutan di acara Penyetoran dana dari Mega Corpora kepada Bank Sulut di kantor Bank Sulut, Jalan Sam Ratulangi, Manado, Rabu (21/12/2011).
Pada saat itu Sarundajang juga berkelakar menyebut Chairul Tanjung sebagai investor malaikat. "Pak Chairul mendukung Bank Sulut, tapi tidak ingin memiliki bank ini. Kepemilikan 30 persen sudah cukup," kata Sarundajang disambut tepuk tangan para undangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Sarundajang menyampaikan Sulut memiliki banyak potensi bisnis. "Sebagai contoh, Sulut dikenal dengan kota Nyiur Melambai, karena merupakan satu-satunya daerah yang memiliki potensi kelapa terbaik di Indonesia," jelas dia.
Sulut, lanjut Sarundajang, juga memiliki potensi bisnis perikanan dan kelautan yang bagus. "Bersama provinsi-provinsi lain, yaitu NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau, Sulut dikenal sebagai pulau kelautan," kata dia.
Dari sisi geografis, kata Sarundajang, Sulut juga merupakan provinsi yang strategis karena sangat dekat dengan pertumbuhan ekonomi di Pasifik. Banyak potensi dalam mengembangkan pelabuhan-pelabuhan. "Saat ini saja pertumbuhan ekonomi Sulut mencapai 8 persen," ujar gubernur yang pernah menjabat walikota Bitung selama 14 tahun itu.
(asy/dnl)











































