Tidak tanggung-tanggung, Agung mengharapkan direktorat yang dipimpinnya dapat memberikan tambahan penerimaan negara sekitar Rp 10 triliun.
"Inginnya sih sebanyak-banyaknya. Saya belum cek pertengahan bulan ini dapat tambahan berapa. Doakan bisa surplus sekitar Rp 10-an triliun," ujarnya kepada detikFinance, Minggu (25/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama bea keluar yang trennya semoga masih stabil. Dan dari cukai tentunya yang insya Allah juga stabil trennya," tandasnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai mengaku realisasi penerimaannya sudah mencapai Rp 118,5 triliun atau tembus target Rp 115,01 triliun, meskipun belum tutup tahun.
"Target penerimaan Bea Cukai sudah terlampaui per 30 November kemarin," ujar Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono kepada detikFinance, Jumat (2/12/2011).
Berdasarkan data Ditjen Bea Cukai, per 30 November 2011 semua sektor penerimaan BEea Cukai sudah tembus 100%. Untuk penerimaan bea masuk, realisasinya mencapai Rp 22,67 triliun atau 105,42% dari target APBN-P 2011 yang sebesar Rp 21,5 triliun.
Sementara penerimaan cukai sudah mencapai 101,21 Rp 68,9 triliun atau sudah melewati target APBN-P 2011 sebesar Rp 68 triliun. Sedangkan penerimaan bea keluar menjadi yang terbesar dengan jumlah Rp 26,9 triliun atau 105,77% dari target APBN-P 2011 sebesar Rp 25,4 triliun.
Dengan demikian, total penerimaan Bea Cukai telah mencapai Rp 118,5 triliun atau 103% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 115,02 triliun.
(nia/dru)










































