Dahlan Iskan Pilih Kebun Sawit Daripada Selamatkan Merpati

Dahlan Iskan Pilih Kebun Sawit Daripada Selamatkan Merpati

- detikFinance
Selasa, 27 Des 2011 15:15 WIB
Dahlan Iskan Pilih Kebun Sawit Daripada Selamatkan Merpati
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan punya ide untuk mengalihkan dana bantuan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rp 561 miliar menjadi lahan sawit. Pembelian lahan sawit dinilai lebih berprospek ketimbang kelangsungan hidup Merpati.

Menanggapi hal tersebut, Komisaris Utama Merpati M. Said Didu mengaku optimistis dana tersebut akan menjadi manfaat yang sangat baik bagi kelangsungan hidup maskapai pelat merah itu di masa-masa mendatang.

"Manajemen tetap yakin bisa menyelamatkan dan mengembangkan Merpati," kata Said kepada detikFinance, Selasa (27/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide ekstrem itu mencuat setelah Dahlan menilai kinerja Merpati tidak banyak berubah meski sudah disuntik dana berkali-kali. Menurut Dahlan, jika dana setengah triliun itu dibelikan lahan sawit dan masing-masing karyawan Merpati kebagian dua hektar saja, hasilnya akan signifikan.

Usulan tersebut muncul dalam rapat informal yang digelar Dahlan di rumahnya akhir pekan lalu. Dalam rapat tersebut juga hadir direksi, komisaris dan seluruh manajer senior Merpati.

"Daripada uang Rp 561 miliar tersebut akan terhambur ke udara begitu saja dan karyawan pada akhirnya akan kehilangan pekerjaan juga, lebih baik Merpati ditutup sekarang juga. Uang itu bisa dibelikan kebun kelapa sawit. Tiap karyawan mendapat pesangon 2 hektare kebun sawit," seperti omongan Dahlan saat itu kata Said.

Usulan ini sempat membuat heboh rapat di hari libur tersebut. Banyak anggota rapat yang menolak tegas usulan ini. Manajemen percaya masih ada harapan di tubuh Merpati untuk terbang lebih tinggi.

Said juga optimistis Merpati tidak akan hancur begitu saja, bahkan akan semakin membaik di tahun-tahun mendatang. Perseroan juga siap melakukan berbagai perbaikan.

"Langkahnya adalah penambahan armada, peningkatan promosi, peningkatan pendapatan non-pasasi (kargo, carter dan lain-lain) juga peningkatan efisiensi biaya," ujar Said.


(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads