Menanggapi hal tersebut, Komisaris Utama Merpati M. Said Didu mengaku optimistis dana tersebut akan menjadi manfaat yang sangat baik bagi kelangsungan hidup maskapai pelat merah itu di masa-masa mendatang.
"Manajemen tetap yakin bisa menyelamatkan dan mengembangkan Merpati," kata Said kepada detikFinance, Selasa (27/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan tersebut muncul dalam rapat informal yang digelar Dahlan di rumahnya akhir pekan lalu. Dalam rapat tersebut juga hadir direksi, komisaris dan seluruh manajer senior Merpati.
"Daripada uang Rp 561 miliar tersebut akan terhambur ke udara begitu saja dan karyawan pada akhirnya akan kehilangan pekerjaan juga, lebih baik Merpati ditutup sekarang juga. Uang itu bisa dibelikan kebun kelapa sawit. Tiap karyawan mendapat pesangon 2 hektare kebun sawit," seperti omongan Dahlan saat itu kata Said.
Usulan ini sempat membuat heboh rapat di hari libur tersebut. Banyak anggota rapat yang menolak tegas usulan ini. Manajemen percaya masih ada harapan di tubuh Merpati untuk terbang lebih tinggi.
Said juga optimistis Merpati tidak akan hancur begitu saja, bahkan akan semakin membaik di tahun-tahun mendatang. Perseroan juga siap melakukan berbagai perbaikan.
"Langkahnya adalah penambahan armada, peningkatan promosi, peningkatan pendapatan non-pasasi (kargo, carter dan lain-lain) juga peningkatan efisiensi biaya," ujar Said.
(ang/hen)











































