Demikian disampaikan Plt Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Pada September 2011, komoditi makanan beras yang memberi sumbangan terbesar pada garis kemiskinan yaitu sebesar 26,60 persen di perkotaan dan 33,71 persen di pedesaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan besar untuk garis kemiskinan adalah biaya perumahan (7,36 persen di perkotaan dan 5,72 persen di perdesaan), biaya listrik (2,75 persen di perkotaan dan 1,58 persen di perdesaan), biaya pendidikan (2,49 persen di perkotaan dan 1,21 persen di perdesaan), dan angkutan (2,10 persen di perkotaan dan 0,89 persen di perdesaan).
Selama Maret 2011-September 2011, garis kemiskinan dinaikkan sebesar 4,27 persen, yaitu dari Rp 233.740 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp 243.729 per kapita per bulan pada September 2011.
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.
Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak, dan lemak dan lainnya)
Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar bukan makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
Selama periode pemerintahan Presiden SBY tercatat naik turun jumlah dan persentase orang miskin:
- Februari 2004 orang miskin mencapai 36,1 juta orang atau 16,66%
- Februari 2005 orang miskin 35,1 juta orang atau 15,97%
- Maret 2006 orang miskin 39,3 juta orang atau 17,75%
- Maret 2007 orang miskin 37,17 juta orang atau 16,55%
- Maret 2008 orang miskin 34,96 juta orang atau 15,12%
- Maret 2009 orang miskin 32,53 juta orang atau 14,15%
- Maret 2010 orang miskin 31,02 juta orang atau 13,33%
- Maret 2011 orang miskin 30,02 juta orang atau 12,49%
- September 2011 orang miskin 29,89 juta orang atau 12,36%











































