"Penduduk miskin itu lambat sekali penurunannya karena kita sudah pada kondisi masyarakat kemiskinan kronis atau hard core poorly jadi susah. Ini juga terdiri dari buta huruf," ujar Direktur Ketahanan Sosial BPS Hamonangan Ritonga saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Menurut Hamonangan, kemiskinan di Indonesia akan stagnan di level 10%. Hal ini karena masyarakat miskin berada pada daerah yang tidak terjangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hamonangan menyatakan untuk mengurangi kemiskinan perlunya bantuan yang tepat sasaran. Pasalnya, selama ini bantuan pemerintah dinilai belum memberikan dampak langsung dalam pengurangangan kemiskinan.
"Mau tidak mau ini mungkin tepat sasaran perlu programnya karena bagaimana pun orang yang 10% ini sebetulnya tidak berdaya jadi konsep pemberdayaan kurang tepat sama mereka kalau dikasih traktor mereka tidak mampu dikasih KUR ya tidak mampu tidak akan bisa mengembangkan usahanya ini kapasitasnya rendah," jelasnya.
"Ini pada taraf kemiskinan yang kronis, AS saja penduduk miskinnya 15% ini susah menurunkannya satu-satunya cara ya harus tepat sasaran," tandasnya.
(nia/ang)











































