Boeing Tutup Pabrik, 2.160 Karyawan Terancam Nganggur

Boeing Tutup Pabrik, 2.160 Karyawan Terancam Nganggur

- detikFinance
Kamis, 05 Jan 2012 11:42 WIB
Boeing Tutup Pabrik, 2.160 Karyawan Terancam Nganggur
Washington - Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing, berencana menutup pabriknya yang berada di Wichita, Kansas di penghujung 2013. Pabrik tersebut memiliki 2.160 karyawan.

Pabrik tersebut memproduksi pesawat jenis B-52 Stratofortress yang merupakan pesawat pengebom strategis jarak jauh AS dan 767 Tanker yaitu pesawat pengisi bahan bakar di udara.

"Keputusan untuk menutup fasilitas di Wichita sangatlah sulit," kata Wakil Presiden Boeing Mark Bass seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan ini diambil tidak tak lama setelah Boeing memenangi kontrak pengadaan 179 pesawat tanker untuk pengisian bahan bakar di udara yang dipesan Angkatan Udara AS (USAF) setahun lalu.

Boeing mengklaim kontrak senilai US$ 30 miliar lebih itu bisa membuka 7.500 lapangan kerja bagi warga Kansas, sesuai dengan permintaan para politisi yang membantu raihan kontrak tersebut.

Manajemen Boeing menyatakan terlalu dini jika para karyawannya akan kehilangan pekerjaan, karena beberapa staf akan dipindahkan ke lokasi lain dan suplier dari Kansas tetap dipertahankan.

"Meski pengerjaan KC-46 tanker akan dilakukan di Puget Sound (negara bagian Washington), 24 pemasok dari Kansas akan memasok bahan-bahan penting seperti rencana semula," ujarnya.

Anggota kongres dari Kansas, Mike Pompeo, mengancam akan menggelar penyelidikan untuk mengungkap apakah Boeing telah sengaja menyesatkan para wakil rakyat, pihak AU AS, dan para pejabat lain pemerintah AS.

"Anda pasti penasaran, apa yang sebenarnya membuat mereka mengingkari janjinya dan kapan itu terjadi. Kita semua tahu akan ada hukuman bagi mereka yang memberi pernyataan palsu kepada pejabat federal," kata Pompeo.

Kemarahan serupa juga diungkapkan Gubernur Kansas Sam Brownback yang sudah lama mendukung perjuangan Boeing. "Tak ada yang berjuang lebih keras demi sukses Boeing Company daripada tim Kansas. Ini sangat mengecewakan," ungkap Brownback.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads