"Memang sebaiknya BUMN lebih dimanfaatkan kepentingan pengembangan ekonomi, daripada sumber pendapatan. Kalau jaman dulu mungkin iya," jelas Dahlan di kantornya, Jumat (6/1/2012).
Ia menambahkan, dengan banyaknya BUMN mengembangkan proyek infrastruktur maka secara tidak langsung menggerakkan ekonomi. Hasil positif yang bisa didapat, adalah penerimaan pajak tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dirinya menegaskan, sumbangan BUMN ke negara dalam APBN akan disepakati dalam rapat kabinet. "Tidak bisa keinginan BUMN. Itu lintas sektoral karena harus kesepakatan kabinet. Misal Rp 28 triliun dari BUMN dibanding Rp 1.000 triliun pemasukan dari tempat lain, peranannya tidak terlalu banyak," ucap Dahlan.
Hal ini sekaligus menjawab rendahnya penerimaan BUMN sepanjang 2011. Kontribusi penerimaan dividen BUMN tahun lalu hanya Rp 28,2 triliun. Lebih rendah dari target yang ditetapkan sebelumnya Rp 28,8 triliun, juga dibawah penerimaan tahun 2010 Rp 30,1 triliun.
"Adapun penerimaan dari laba BUMN meskipun di bawah target Rp 28,8 triliun namun memberikan kontribusi dividen yang baik," jelas Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati.
(wep/hen)











































