RI Tak Perlu Ngotot Impor Beras, Gula dan Garam.

RI Tak Perlu Ngotot Impor Beras, Gula dan Garam.

- detikFinance
Selasa, 10 Jan 2012 12:29 WIB
RI Tak Perlu Ngotot Impor Beras, Gula dan Garam.
Jakarta - Indonesia dinilai tidak perlu ngotot impor beras, gula dan garam dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebutuhannya bisa dipenuhi dengan cara diversifikasi.

"Beras, gula dan garam menurut saya, bukanlah kebutuhan primer, ketiganya hanya tambahan, tapi kita mati-matian harus memasok kebutuhannya tiap hari bahkan harus dengan tambahan impor," kata Ketua Komite Tetap Bidang Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Franciscus Welirang, di Hotel Grand Hyatt, Selasa (10/1/2012).

Dijelaskannya, kebutuhan perkapita beras pertahun mencapai 139 kilogram, sementara Garam 4 kilo/tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun kalau kita kurang makan beras kan bisa dialihkan ke singkong, jagung dan lainnya, apakah itu suatu kerugian, bahkan lebih sehat, kalau kita kurang garam apakah akan mati kan tidak juga," ucapnya.

Padahal kata Franciscus, Indonesia merupakan negara ke 4 terbesar penderita diabetes, karena apa? Karena penduduknya terlalu berlebihan mengkonsumsi beras, gula dan garam.

"Ini harus ada gerakan masyarakat harus mengubah cara pikirnya, kalau sulit beras larilah ke singkong, sulit gula kurangi karena lebih sehat. Kita ini seperti membodohi diri sendiri karena membela mati-matian kebutuhan tersebut bahkan sampai impor, padahal kurang baik bagi tubuh kita," pungkasnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads