Pemerintah Janji Beri 'BLT' untuk Nelayan yang Tak Melaut

Pemerintah Janji Beri 'BLT' untuk Nelayan yang Tak Melaut

- detikFinance
Senin, 16 Jan 2012 13:07 WIB
Pemerintah Janji Beri BLT untuk Nelayan yang Tak Melaut
Jakart - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji akan menyiapkan dana Bantuan Langsung semacam Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para nelayan yang tak melaut.

Gelombang tinggi yang terjadi di beberapa perairan Indonesia menyebabkan banyak nelayan yang tidak bisa melaut, hal ini menyebabkan para nelayan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharief Cicip Sutardjo dalam acara Seminar Industrialisasi Perikanan, di Kementerian KKP, Jakarta, Senin (16/01/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah mengirimkan surat edaran kepada bupati dan walikota yang wilayahnya dipesisir untuk memberikan bantuan, khususnya bantuan beras, karena memang kita mempunyai aturan dimana kalau ini adalah gelombang tinggi dimana nelayan tidak bisa melaut, maka itu bisa di konsider sebagai bencana alam, sehingga memang wajib hukumnya. Dan nanti para pemda bisa membantu dengan beras ini," katanya.

Selanjutnya KKP sendiri juga mengalokasikan dana-dana untuk kebutuhan mendadak seperti bantuan langsung masyarakat (BSM) sehingga mereka bisa mencari usaha-usaha lain di darat.

"BLM ini besar tapi kita hanya akan memilih daerah-daerah yang mana yang memang kena bencana gelombang tinggi ini, dan kita inventarisasi berapa banyak dan kita minta pemda memang memberi laporan kepada kita. Laporannya mudah-mudahan dalam minggu ini, dan harus minggu ini, nanti kalau terlalu lama sulit," katanya.

Ia menambahkan dana BLM jumlahnya cukup besar hampir Rp 800 miliar tahun ini, alokasi BLM bukan hanya untuk bantuan nelayan akibat gelombang besar tapi untuk macam-macam seperti bencana.

"Kebutuhan nelayan ini besarnya tergantung permintaan. Karena ini adalah masuk didalam pasal bencana alam maka kita tergantung permintaan," katanya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads