Gelombang tinggi yang terjadi di beberapa perairan Indonesia menyebabkan banyak nelayan yang tidak bisa melaut, hal ini menyebabkan para nelayan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharief Cicip Sutardjo dalam acara Seminar Industrialisasi Perikanan, di Kementerian KKP, Jakarta, Senin (16/01/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya KKP sendiri juga mengalokasikan dana-dana untuk kebutuhan mendadak seperti bantuan langsung masyarakat (BSM) sehingga mereka bisa mencari usaha-usaha lain di darat.
"BLM ini besar tapi kita hanya akan memilih daerah-daerah yang mana yang memang kena bencana gelombang tinggi ini, dan kita inventarisasi berapa banyak dan kita minta pemda memang memberi laporan kepada kita. Laporannya mudah-mudahan dalam minggu ini, dan harus minggu ini, nanti kalau terlalu lama sulit," katanya.
Ia menambahkan dana BLM jumlahnya cukup besar hampir Rp 800 miliar tahun ini, alokasi BLM bukan hanya untuk bantuan nelayan akibat gelombang besar tapi untuk macam-macam seperti bencana.
"Kebutuhan nelayan ini besarnya tergantung permintaan. Karena ini adalah masuk didalam pasal bencana alam maka kita tergantung permintaan," katanya.
(hen/hen)










































