Hatta: Urat Nadi Kita Tidak Bisa Putus

Hatta: Urat Nadi Kita Tidak Bisa Putus

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2012 19:27 WIB
Hatta: Urat Nadi Kita Tidak Bisa Putus
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan banjir di Merak tidak boleh menganggu distribusi barang Jawa-Sumatera. Hatta menilai pelabuhan Merak merupakan urat nadi ekonomi dalam konektivitas di tanah air.

"Intinya itu tidak boleh terputus, karena itu urat nadi, walaupun ada jalur lain, tapi itu kan jalur utama," tegas Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Hatta telah membicarakan dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto untuk menyelesaikan masalah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Urat nadi kita tidak bisa putus, saya sudah bilang ke PU (pekerjaan umum), lalu akan ada upaya mengatasi itu, jadi semua upaya baik yang berkaitan dengan aliran air yang menggenangi dan kalau tergenang seperti apa, preventifnya seperti apa," jelasnya.

Namun, Hatta menyatakan dengan adanya masalah tersebut bukan berarti bisa mempercepat pembangunan Jembatan Selat Sunda. Pasalnya, untuk pembangunan JSS tersebut dibutuhkan studi yang intensif.

"JSS itu tidak bisa dipercepat dalam arti karena studi sendiri perlu 1 tahun tidak ada kaitannya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan meyakini bahwa banjir di Merak tidak terpengaruh dengan distribusi beras karena masalah beras merupakan masalah per lokasi di mana pasokan beras diperoleh di setiap tempat melalui kapal.

"Kalau urusan beras, sudah by lokasi. Ada memang yang distribusinya pakai angkutan truk, tapi sekarang lebih banyak pakai kapal bukan truk. Kalaupun barang impor masuknya ke pelabuhan sehingga distribusi ke dalam jadi efektif," ujarnya.

Yang berpengaruh,lanjut Rusman, adalah komoditas lain di luar beras, seperti sayuran dan buah-buahan. Namun, hal tersebut memiliki volume yang kecil yaitu hanya 10 persen sehingga tidak terlalu berpengaruh dengan kenaikan harga.

"Kalau soal suplai sayuran dan buah-buahan paling volumenya hanya 10 persen. Jadi, tidak begitu signifikan tidak seperti ikan segala macam. Ikan memang langsung ke pelabuhan ikannya tidak terganggu. Harga juga belum ada pengaruh, 90 persen lebih banyak dari Jawa untuk Jawa, karena bicara 10 persen jadi tidak pengaruh, harga beras naik memang karena musimnya bukan karena itu," tandasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads