Kraft Foods PHK 1.600 Karyawan

Kraft Foods PHK 1.600 Karyawan

- detikFinance
Rabu, 18 Jan 2012 08:20 WIB
Kraft Foods PHK 1.600 Karyawan
New York - Produsen makanan AS, Kraft Foods mengumumkan rencananya memangkas 1.600 tenaga kerja di Amerika Utara pada tahun ini. Langkah tersebut berbarengan dengan rencana Kraft memecah bisnisnya menjadi 2 entitas.

"Ketika kami mengumumkan keputusan menciptakan 2 perusahaan kelas dunia Agustus lalu, kami mengatakan akan menjadi organisasi yang lebih ramping dan lebih kompetitif," ujar Irene Rosenfeld, chairman dan chief executive Kraft dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/1/2012).

Pengurangan tenaga kerja itu akan meliputi operasional Kraft di Amerika Serikat dan Kanada, yang selama ini merupakan pusat dari penjualan dan operasional Kraft. Sebanyak 20% dari posisi di perusahaan tersebut saat ini sudah kosong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemangkasan tenaga kerja itu tidak termasuk di fasilitas pabrik. Sektor tersebut kemungkinan baru terkena dampak pengurangan karyawan beberapa waktu kedepan.

"Dengan pemisahan menjadi 2 perusahaan independen yang akan segera terjadi, Kraft terus mereview fasilitas pabriknya untuk mengetahui apa yang terbaik bagi perusahaan-perusahaan baru itu," jelas Irene.

Kraft berencana memisahkan operasionalnya menjadi 2 perusahaan, satu fokus di bisnis makanan ringan, dan satu fokus pada bisnis penjual bahan makanan.

"Rencana kami menjadi perusahaan yang lebih gesit, dikombinasikan dengan tekanan ekonomi dan kompetisi terkini membawa kita ke titik ini," ujar vice president executive Tony Vernon yang akan memimpin bisnis penjualan bahan makanan setelah pemisahan itu,

"Mengambil langkah penting ini akan membuat kita terus berinvestasi pada merek kecintaan kami guna mendorong pertumbuhan," tambahnya.

Kraft tercatat menguasai merek-merek makanan terkenal seperti Cadbury, Jacobs, LU, Maxwell House, Milka, Nabisco, Oreo, Oscar Mayer, Philadelphia, Tang dan Trident. Saham Kraft tercatat naik 1,2% menjadi US$ 38,21 pada perdagangan di New York.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads