Menurut SBY, jumlah negara Islam di dunia mencapai 20%, namun hanya mampu menyumbang kurang dari 10% ekspor dunia.
"Bahkan dari 50 negara yang tertinggal, 22 diantaranya adalah negara muslim," ujar SBY saat memberikan pidato di hadapan para delegasi negara-negara Islam di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa menoleransi ketika sebagian besar negara muslim menderita dalam kemiskinan. Kita juga tidak bisa menoleransi ketidakikutsertaan mereka dalam pembuatan keputusan yang akan berdampak pada kehidupan dan masa depan mereka," Presiden menegaskan.
Menurut SBY, negara muslim harus saling bekerja sama untuk meningkatkan perekonomian. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi Konferensi Parlemen OKI ke depan.
"Kita dorong proses pembuatan keputusan ekonomi dan keuangan internasional. Ketidakpastian ekonomi bisa menghasilkan krisis budaya dan identitas. Kita bisa melihat Islam phobia," papar SBY.
(her/ang)










































