Harga Minyak Melambung, Agus Marto Siapkan APBN Perubahan

Harga Minyak Melambung, Agus Marto Siapkan APBN Perubahan

- detikFinance
Kamis, 02 Feb 2012 13:33 WIB
Jakarta - Saat ini harga minyak dunia terus bertengger di atas US$ 100 per barel, di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Takut anggaran bengkak, Agus Marto siap ubah APBN 2012.

Kekhawatiran Agus Marto ini didasari oleh belum jelasnya langkah pembatasan konsumsi BBM subsidi dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 10% di April 2012. Dalam APBN Perubahan (APBN-P) pemerintah akan menekan anggaran belanja negara.

"Karena aspek perubahan harga minyak membuat pos subsidi kita lebih besar dari yang dianggarkan, kalau pembicaraan tidak bisa diselesaikan dalam pertemuan di Komisi (VII), kami sangat ingin menjaga kesehatan fiskal, dan kesehatan fiskal itu dengan kita maju bersama usulan APBN-P, dan APBN-P itu intinya adalah satu media untuk mnegevaluasi penerimaan-penerimaan kita dan pengeluaran-pengeluaran belanja, dan pengeluaran belanja itu yang perlu dilakukan penyesuaian untuk meengantisipasi April tidak seperti yang kita rencanakan," kata Agus Marto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Dirut Bank Mandiri menyatakan masih berharap Komisi VII DPR mengizinkan kenaikan TDL 10% sehingga subsidi bisa ditekan dan menghemat anggaran.

"Saya tentu mengharapkan pembicaraan pemerintah dengan komisi VII sudah diizinkan untuk menyesuaikan listrik dan biar dilaksanakan oleh PLN dengan baik karena kalau seandainya tidak dilakukan penyesuaian harga itu subsidi kita di listrik akan membesar dan kita khawatir selama ini pagu yang disubsidi selalu terlampaui. Jadi saya mengharapkan kebijakan kenaikan TDL bisa dilakukan dan dilaksanakan paling lambat April 2012," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan harga minyak mentah yang telah menembus US$ 100 per barel atau di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Ini bakal membuat anggaran subsidi energi menembus Rp 200 triliun.

Sementara Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan pembatasan konsumsi BBM subsidi hampir dipastikan batal untuk kedua kalinya karena pemerintah tidak siap. Skenario 'pancingan' kenaikan harga BBM Rp 500-1.500 per liter dari pemerintah pun siap disambut DPR.

Menurut Satya pemerintah kemungkinan besar segera mengirim surat ke DPR agar Badan Anggaran DPR segera membahas soal kenaikan harga BBM ini dan mengesahkan APBN Perubahan 2012.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads