Perekonomian Indonesia Semester I 2004 Tumbuh 4,6%

Perekonomian Indonesia Semester I 2004 Tumbuh 4,6%

- detikFinance
Kamis, 29 Jul 2004 23:03 WIB
Jakarta - Perekonomian Indonesia selama semester I 2004 diperkirakan tumbuh sebesar 4,6%. Ini berarti lebih rendah dibanding asumsi pada APBN sebesar 4,8%. Sementara untuk tingkat inflasi selama semester I 2004 mencapai 6,83% atau sedikit lebih tinggi dibanding tingkat inflasi asumsi APBN 2004 sebesar 6,5%. Demikian laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I tahun anggaran 2004 yang bahannya diterima detikcom, Kamis (29/7/2004). Untuk nilai tukar rupiah selama semester I tahun 2004 lebih tinggi, yakni Rp 8735 per dollar, sedangkan asumsi APBN Rp 8600. Namun suku bunga SBI 3 bulan sudah lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 8,5%, dimana realisasinya semester I 7,49%. Khusus untuk harga minyak internasional jauh melampaui asusmi APBN US$22 per barrel. Realisasinya mencapai US$ 32,67 per barel. Namun produksi minyak masih belum mencapai asumsi, yakni hanya mencapai 1.072.000 barel per hari. Sementara asumsinya 1.150.000 barel. Dalam penjelasan itu disebutkan melemahnya nilai tukar rupiah dalam semester I dari rata-rata 8382 per dollar pada Januari menjadi 9.403 per barrel. Ini disebabkan meningkatnya kebutuhan dolar di dalam negeri terutama oleh korporasi besar untuk pembayaran utang dan impor disamping menguatkan dolar AS di pasar internasional, ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga AS serta sentimen politik menjelang pemilu. Pemerintah juga menilai kinerja ekonomi Indonesia semester I sudah menunjukkan perkembangan yang baik meski ada sejumlah keterbatasan dan tantangan. Khusus untuk defisit fiskal, berdasarkan realisasi semester I 2004, maka target defisit APBN 2004 sebesar 1,2% diperkirakan tercapai. Salah satu alasannya adalah kelancaran privatisasi sejumlah BUMN dan kelancaran sisa penjualan aset-aset BPPM yang melebih target serta suksesnya penjualan obligasi internasional pemerintah. (dni/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads