"Belum ada anggaran. Masih dihitung. Yang jelas masih diagendakan. Cuma kita belum tahu tahun berapa bisa dilaksanakan," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Pujiono di Mataram, Selasa (21/2/2012).
Pujiono mengatakan, perpanjangan runway Bandara Lombok dari 2.750 meter menjadi 3.000 meter akan menggunakan dana internal Angkasa Pura I bukan dana APBN. Namun ia memastikan, dalam perencanaan tahunan PT Angkasa Pura I tahun 2012, tak ada anggaran perpanjangan runway Bandara Lombok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada soal itu saat rapat persiapan Embarkasi haji 17 Februari pekan lalu. Tapi perpanjangan runway nggak mendesak tahun ini," kata Pujiono.
Presiden SBY meresmikan Bandara Lombok pada 20 Oktober 2011 dan langsung menginstruksikan Menteri Perhubungan EE Mangindaan, agar memperpanjang landasan pacu bandara hingga menjadi 3.000 meter tahun 2012. Perpanjangan dibutuhkan karena bandara baru ini ditunjuk menjadi Embarkasi Haji.
"Sekarang runway baru 2.750 meter. Perlu diperpanjang menjadi 3.000 meter. Kepada Menteri Perhubungan saya minta ini tidak terlalu lama. Kan hanya diperpanjang 250 meter," kata Presiden SBY saat pidato peresmian bandara Oktober 2010.
SBY mengatakan, keberadaan Embarkasi haji di bandara Lombok sudah menjadi keinginan masyarakat, dan juga sangat dibutuhkan. Embarkasi haji ini kata dia, akan melayani jamaah haji dari NTB, Bali dan NTT.
"Saya berharap ini dikaji segera, agar bisa segera menjadi Embarkasi penuh. Harapan saya dengan kelengkapannya, sudah bisa jadi embarkasi penuh tahun depan," kata SBY.
Waktu Menteri Perhubungan, EE Mangindaan didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi Presiden.
"Presiden sudah memberi instruksi. Tugas saya, setelah pulang dari sini, adalah memastikan instruksi itu diwujudkan," kata Mangindaan.
Saat ditugaskan jadi Menhub dalam reshuffle kabinet sehari sebelum peresmian Bandara Lombok, Mangindaan yang sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara mengaku, Presiden SBY memberi arahan pada dirinya untuk memastikan konektivitas transportasi udara terutama di daerah potensial pariwisata. Konektivitas itu kata dia untuk menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
"Saya sudah tanya ke Pak Gubernur. Apa lahannya sudah siap. Pak Gubernur menjawab tidak ada masalah soal lahan. Berarti tinggal kita jalan saja," kata Mangindaan.
Saat ini status NTB adalah Embarkasi Antara. Seluruh proses administrasi jamaah haji NTB yang tahun lalu berjumlah 4.781 jamaah dituntaskan di Mataram. Namun untuk berangkat ke Arab Saudi, jamaah harus melalui Embarkasi Juanda, di Surabaya.
Terpisah, Gubernur NTB, M Zainul Majdi mengatakan, dengan panjang landasan pacu 2.750 meter, Bandara Lombok maksimal bisa didarati pesawat Boeing 767 atau sejenis Airbus 330.
"Pesawat yang mengangkut jamaah haji itu kan jenis Boeing 747. Jadi kita meminta kepada pemerintah pusat untuk memperpanjang runway menjadi 3.000 meter," kata Gubernur.
(hen/hen)










































